Posted On 5 Oktober 2022

Airlangga, Bermakna “Air yang Melompat”

Wisnu 0 comments
IndonesianCultures.Com >> Historica >> Airlangga, Bermakna “Air yang Melompat”

Airlangga kadang juga dituliskan Erlangga, adalah pendiri Kerajaan Kahuripan, yang memerintah pada 1009-1042 M. Raja Airlangga menyandang gelar  Abhiseka Sri Maharaja Rakai Halu Sri Dharmawangsa Airlangga Anantawikramottunggadewa.

Nama Airlangga berarti “Air yang melompat,” Raja Agung ini dilahirkan pada 990. Ayahandanya bernama Udayana, Raja Kerajaan Bedahulu dari Wangsa Warmadewa. Ibudanya bernama Mahendradatta, seorang putri Wangsa Isyana dari Kerajaan Medang (Jawa Timur).

Kerajaan Medang sedang berada pada puncak kejayaannya saat itu, sehingga memiliki militer kuat dan melakukan penaklukan diberbagai wilayah di Nusantara. Bali adalah daerah yang menjadi incaran berikut wilayah Sukadana di Kalimantan Barat. Dengan koloni di Kalimantan Barat, Medang berhasil melakukan serangan ke Sriwijaya. Untuk mempertahakan kekuasaan itu, pihak kerajaan yang bersekutu melakukan perkawinan pada putra putri mereka sebagai perikatan cinta dan kekuasaan.

Sebagai anak sulung Airlangga memiliki dua orang adik.  Marakata yang menjadi Raja Bali sepeninggal Raja Udayana dan Anak Wungsu yang akhirnya naik takta sepeninggal sang kakak Marataka.

 

Source : wiki

 

Berbagai prasasti yang dibuat dan bertahan hingga sekarang menyebutkan jika Airlangga adalah keturunan dari Mpu Sindok dari Wangsa Isyana dari jalur ibunya. Mpu Sindok sendiri adalah keturunan dari Mataram kuno yang memindahkan kerajaan dari Jawa Tengah menuju Jawa Timur.

Namun Sebelum menjadi raja besar, Airlangga yang datang dari Pulau Bali, terpaksa mengasingkan diri ke hutan – hutan.  Bernard H. M. Vlekke menjelaskandalam buku “Nusantara Sejarah Indonesia” bagaimana perjuangan Airlangga  seorang raja lokal yang mencoba menguasai Pulau Jawa kala itu. (bbs)  IC/AND/XI/01

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post

Kapak Corong Ditemukan Pada Zaman Apa ? | Sejarah & Kegunaan

“Meski terlihat seperti senjata, kapak corong terlalu lemah untuk dapat digunakan sebagai senjata perang ataupun…

Mpu Jiwaya Pelopor Pemberi Kesaktian Senjata Bali

  [caption id="attachment_5736" align="alignnone" width="1200"] source : mister aladin[/caption]   Dalam ajaran ilmu spiritual Bali,…

SEKTE HINDU MASA BALI KUNO

[caption id="attachment_5629" align="alignnone" width="480"] source : kanduksupatra[/caption]   Pada masa keemasan Bali kuno ini banyak…