• Post author:
  • Post comments:0 Comments
  • Post category:Historica
  • Post last modified:22 September 2023
  • Reading time:3 mins read
source :Kemdikbud.go.id

Kompleks Candi Muara Takus terletak di Desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto, Kabupaten Kampar, Riau.Bentuk candi Muara Takus yang menyerupai stupa menunjukkan bahwa candi ini merupakan tempat peribadatan umat Buddha khususnya aliran Mahayana.

Kompleks candi ini mencakup 3 bangunan: Pagoda Lama, Pagoda Bungsu, dan Stupa Mahligai.Candi Muara Takus sangat unik, bahan bangunan candi antara lain batu pasir, batu sungai dan batu bata. Sebagian besar bangunan candi terbuat dari batu bata. Bangunan induk kompleks ini berupa stupa besar berbentuk limas yang sebagian besar terbuat dari batu bata dan sebagian kecil batupasir kuning.

source : wiki

 

Berbeda dengan candi-candi di Jawa yang terbuat dari batu andesit pegunungan.Para arkeolog masih belum bisa memastikan secara pasti kapan candi ini didirikan.Ada yang membicarakan abad ke-4, ada pula yang membicarakan abad ke-7, ke-9, dan bahkan ke-11.

Namun candi ini diyakini sudah ada pada masa keemasan Sriwijaya sehingga sebagian sejarawan menganggap kawasan ini sebagai salah satu pusat pemerintahan Kerajaan Sriwijaya. Candi Muara Takus konon dibangun pada masa berkembangnya agama Hindu dan Budha di Indonesia.

Namun, asal muasal candi ini sebagian besar masih belum tereksplorasi karena kurangnya bukti kuat.Candi Muara Takus konon dibangun pada masa Kerajaan Sriwijaya, tepatnya antara abad ke-4 hingga ke-11. Candi ini merupakan candi Budha tertua di Indonesia yang terletak di Pulau Sumatera.Hal ini dibuktikan dengan bentuk stupa yang merupakan simbol dari Buddha Gautama. Di candi ini juga terdapat Yoni dan Lingga yang merupakan simbol gender dan juga memiliki arsitektur yang mirip dengan candi di Myanmar.

Memang candi Muara Takus merupakan perpaduan antara agama Budha dan Siwa. Mengenai penamaan Candi Muara Takus ada dua pendapat.Dulunya nama pura ini berasal dari nama sungai kecil yang mengalir ke Sungai Kampar.Nama sungai kecil ini adalah Sungai Takus.

Sedangkan pendapat kedua, nama Muara Takus diambil dari dua kata, Muara artinya tempat terakhir sungai dan Takus diambil dari bahasa Cina Takuse.”Ta” dalam bahasa Cina berarti besar sedangkan “ku” berarti tua atau pagoda. Jadi, secara keseluruhan, Muara Takus berarti tempat peribadatan atau pura yang besar dan kuno yang terletak di muara sungai.

Jika melihat bentuk dan struktur Pagoda Muara Takus yang menyerupai stupa, diyakini bahwa pagoda ini pernah digunakan sebagai tempat pemujaan dan ritual oleh umat Buddha pada masa itu, khususnya umat Buddha Mahayana.IC/AND/08/XII

Komentar Untuk Candi Muara Takus Bukti Kejayaan Budha dan Sriwijaya