• Post author:
  • Post comments:0 Comments
  • Post category:Historica
  • Post last modified:26 September 2023
  • Reading time:3 mins read

 

source : kompas

Suatu hari Sang Bodhisattva lahir sebagai seekor burung puguk. Berbeda dengan saudara-saudaranya, ia tidak pernah memakan makanan yang berasal dari makhluk hidup – sesuai ajaran Dharma. Ia makan sayur-sayuran saja. Oleh karenanya, badannya tidak membesar dan cenderung lemah.

Pada suatu ketika hutan terbakar. Setiap makhluk disana berusaha menyelamatkan diri. Hanya Sang Bodhisattva saja yang tenang di dalam sangkarnya. Lalu, saat Agni atau Dewa Api mendekat, ia menegurnya. Katanya,”Hendaknya nafsu berkuasa ditindas oleh kekuatan kebenaran. Bukan dengan angkara murka.”

Saat itu juga api berhenti dan padam. Meskipun angin berhembus sangat kencang dan rumput-rumput juga kering. Akhirnya, hutan dan seluruh isinya selamat.
Cerita berbeda menggambarkan saat Sang Bodhisattva lahir sebagai seekor penyu. Suatu hari ada 500 pedagang di atas kapal yang berjuang mati-matian melawan ombak. Sang Bodhisattva datang dan menolong pedagang-pedangan naas itu.Ia membawa 500 pedagang itu dengan punggungnya ke tepi laut.

source : the jatakatales

Masalah lain timbul saat pedangang-pedagang itu merasa lapar. Mereka memutuskan membunuh penyu yang telah menolongnya lalu memakan dagingnya.  Sang Bodhisattva bangun dan melihat apa yang dihadapinya lalu timbul welas asih kepada mereka yang lapar. Ia menawarkan dirinya sehingga para pedagang yang terkena musibah itu selamat.

Ada empat legenda rakyat yang berhubungan dengan Borobudur yaitu mitos Kunto Bimo, kura-kura, unfinished Buddha serta sleeping Budha. Pertama, mitos Kunto Bimo. Cerita yang berkembang menyebutkan barang siapa bisa menyentuh jari manis (bagi laki-laki) atau tumit (perempuan) salah satu dari 72 patung yang ada di dalam stupa maka segala keinginannya bisa terkabul.

source : borobudurtrail

Kedua, mitos Kura-Kura atau dikenal sebagai Kyai Brayut.  Ada salah satu bagian di relief Jataka yang bergambar kura-kura. Menurut kepercayaan bila pasangan suami istri berdoa di depannya akan diberi keturunan.

Ketiga, unfinished Buddha atau Kyai Belet. Unfinished Buddah merupakan patung yang dikenal sebagai Adi Buddha dan ada di museum Karmawibhangga. Cerita yang berkembang, barang siapa memiliki niat jahat di depan patung tersebut, percaya atau tidak, mereka akan sakit perut.

Terakhir, sleeping Buddha. Bukit Menoreh yang mengelilingi candi Borobudur dipercaya sebagai perwujudan dari Sleeping Budha yang membangun dan menjaga keabadian candi Borobudur.IC/AND/XII/18

Komentar Untuk Pendidikan Budi Pekerti pada relief Jataka di Borobudur