Posted On 24 Juli 2023

Silsilah Raja-Raja yang Memerintah Majapahit (1)

Wisnu 0 comments
IndonesianCultures.Com >> Historica >> Silsilah Raja-Raja yang Memerintah Majapahit (1)
source : pagaralampos

 

Bersumber pada Kitab Negarakertagama, dapat dketahui silsilah raja-raja yang pernah berkuasa dan memimpin Majapahit menjadi imperium yang disegani dunia.  Selain Negarakretagama sumber dari prasasti dan  serat Pararaton menjadi acuan dan penyelidikan bagi para sejarahwan untuk mengetahuinya. Selain itu dukungan dari catatan perjalanan orang-orang asing, baik itu dari  China, Portugis, Italia dan Arab serta Kidung Harsawijaya, Babad Tanah Jawi, dan lain – lain maka dapat disusun daftar sebagai berikut :

  1. Raden Wijaya (1294 – 1309)
  2. Jayanegara (1309 – 1328)
  3. Tribuwana Tungga Dewi (1328 – 1350)
  4. Hayam Wuruk (1350 – 1389)
  5. Wikramawardhana (1389 – 1427)
  6. Dewi Suhita (1427 – 1447)
  7. Kertawijaya ( 1447 – 1451)
  8. Rajasawardhana (1451 – 1453)
  9. Girishawardhana (1456 -1466)
  10. Suraprabhawa (1466 – 1478)
  11. Wijayakarana (1478 – 1486)
  12. Ranawijaya (1486 – 1513)
Ilustrasi sosok Raden Wijaya, raja pertama Majapahit, souce : wiki

 

RADEN WIJAYA (1294 – 1309)

Raden Wijaya adalah pendiri dari Kerajaan Majapahit. Ia memiliki 4 istri yang semuanya adalah putri Raja Singhasari terakhir Kertanegara. Sang Prameswari Tribuwana, Prameswari Mahadewi, Prajnyaparamita Jayendra Dewi, dan Gayatri yang nanti akan bergelar  Rajapatni.

Saat menjadi raja, Raden Wijaya banyak mengalami pasang surut perang dan pemberontakan. Beberapa peristiwa politik yang mengakibatkan pecahnya perang saudara, seperti  pemberontakan Ronggolawe akibat dari pengangkatan Nambi sebagai patih. Arya Wiraraja menagih janji tentang pembagian wilayah kerajaan yang dijanjikan Raden Wijaya.  Raden Wijaya mengabulkan separuh wilayah kerajaannya yang sebelah timur dipimpin oleh Arya Wiraraja dengan ibukotanya di Lamajang (Lumajang).

JAYANEGARA (1309 – 1328)

Setelah Raden Wijaya mangkat pada 1309 M, tampuk kepemimpinan dipegang oleh putranya bernama Jayanegara yang ketika itu masih berusia  15 tahun. Jayanegara bergelar Sri Maharaja Wiralandagopala Sri Sundarapandya Dewa Adhiswara. Meski begitu Jayanegara mendapat julukan yang kurang mengenakkan yakni  Raden Kala Gemet dan dianggap lemah,  jahat, dan  tidak secakap ayahnya.

Masalah ini memicu banyak pemberontakan yang dilakukan oleh pejabat-pejabat kepercayaan Raden Wijaya yang merasa dikesampingkan. Secara jelas Pararaton menuliskan penyebab konflik ini adalah karena Jayanegara berdarah campuran Jawa – Melayu. Pemberontakan oleh Nambi tahun 1316. Pemberontakan  paling berdarah  dilakukan oleh Ra Kuti  1319 hingga  ibukota berhasil diduduki sementara dan Jayanegara terpaksa diungsikan ke Desa Badander oleh para prajurit Bhayangkari yang dipimpin Gajah Mada. Perlu diketahui Raden Wijaya membentuk Dharmaputra yang merupakan pejabat pendamping raja yang saat itu terdiri atas : Ra Kuti, Ra Semi, Ra Wedeng, Ra Yuyu, Ra Banyak, Ra Pengsa dan Ra Tanca. Kelak Jayanegara tewas ditangan Ra Tanca. Jayanegara sakit bengkak dan Gajah Mada memerintahkan  tabib Ra Tanca  untuk mengobati di dalam kamar. Hingga suatu kesempatan Ra Tanca menusuk Raja Jayanegara hingga tewas dan nyawanya sendiri melayang ditangan Gajah Mada. IC/AND/XV/23

 

 

Related Post

Ibukota Kahuripan, Dahanapura atau Wwatan Mas?

Arkeolog Ninie Susanti, dari Universitas Indonesia,   mengaitkan Lamongan dengan Dahanapura. Hual ini berdasarkan analisis sebaran…

Majapahit Kerajaan Pengendali Air (2)

Kolam Segaran, Ajang Pamer Kekayaan Majapahit Sebagai bangunan air yang iconic, Kolam Segara punya banyak…

Airlangga Pembawa Masa Keemasan Kahuripan

Kerajaan Kahuripan  berumur sangat pendek.  Prabu Airlangga menjadi satu-satunya raja yang  berkuasa. Namun  Kerajaan ini…