• Post author:
  • Post comments:0 Comments
  • Post category:Kuliner
  • Post last modified:21 Februari 2022
  • Reading time:4 mins read

“Dianggap hidangan khas para raja, menu Nasi Blawong terus terjaga keasliannya. Bahkan bagi raja, nasi ini harus disajikan dengan piring khusus.”

****************

Tidak bisa dianggap remeh apalagi disepelekan, menu nasi ini sangat khusus dan spesial. Namanya nasi blawong, begitu istimewanya, hidangan ini hanya disajikan pada para raja. Karena termasuk dalam menu royal family, tentu saja resep menu ini menjadi sangat rahasia dan tidak boleh keluar dari tembok istana. Namun dimasa modern ini, masyarakat umum bisa sedikit mengobati rasa penasarannya dengan sangat terbatas dan terukur.

Nasi Blawong ini sepintas tidak ada yang terlihat istimewa, bahkan nasi ini seperti kebanyakan hidangan kuliner yang disajikan oleh resto-resto di wilayah Jawa Tengah. Secara aroma, nasi blawong sangat mirip dengan nasi uduk, dengan aroma lauk dengan rempah yang sangat melimpah. Yang terlihat sangat berbeda adalah warna dari nasi yang disajikan yakni kemerahan.

Nasi Blawong

Resep Kuliner Kraton Di Resto Gadri

Pemilik resto Gadri adalah BRAy Hj Nurida Joyokusomo yang juga menantu kesayangan dari Sri Sultan HamengkuBuwono IX. Karena kedekatan inilah yang membuat BRAy Nurida mendapatkan jalan atau akses untuk resep-resep kuliner yang menjadi andalan keraton. Dan kebetulan nasi blawong hanya satu dari sekian banyak hidangan dan kuliner kebanggaan Keraton Jogyakarta Hadiningrat.

Karena menu milik raja, maka nasi blawong ini tidak dimasak atau dibuat setiap hari. Nasi ini hanya akan dihidangkan pada acara-acara khusus yang sifatnya resmi. Bahkan ada penentuan hari-hari khusus untuk bagian tata boga keraton untuk menghidangkan nasi blawong. Luar biasanya, aturan ini juga berlaku bagi raja dan keluarga dekatnya. Ada aturan khusus yang mengatur dan membuat siapapun tidak boleh seenaknya menyantap nasi blawong ini.

Makna Filosofis Nasi Blawong

Mengapa seketat itu? Ternyata bagi keluarga keraton, nasi blawong ini mengandung unsur spiritual yang kental. Selain sebagai menu kuliner, ternyata nasi blawong dipandang sebagai media atau sarana ritual bagi raja dan kerabatnya. Nasi blawong dipandang sebagai wujud dari kawijayan, yang membuat para raja atau sultan yang menyantapnya akan selalu dinaungi oleh kejayaan dalam memimpin negeri.

Sebagai menu khusus, nasi blawong akan disajikan juga dengan media khusus yakni wadah spesial. Nasi blawong dipandang memiliki tuah mistis jika dihidangkan pada piring pusaka peninggalan Kesultanan Mataram yang bernama Kanjeng Kyai Blawong.

piring kanjeng kyai blawong

Piring istimewa memang tidak dipakai setiap hari. Ada keyakinan jika piring pusaka  ini adalah perlambang bagi raja yang bersantap akan memiliki pandangan dan kekuatan istimewa saat menjalankan pemerintahannya.

Ritual Khusus Untuk Nasi Blawong

Karena sarat nilai spiritual, maka nasi blawong tidak dapat setiap saat disajikan.  Menu ini akan disajikan pada acara atau hari-hari khusus.  Nasi blawong hanya akan disajikan  pada peringatan hari kelahiran raja yang harus disertai ritual khusus pendukungnya. Ritual ini sifatnya sangat pribadi, namun secara umum adalah ungkapan rasa syukur pada Tuhan Yang Maha Kuasa atas penyertaan dan perlindungan-Nya.

Sebelum menyantap nasi blawong, Sultan dan kerabatnya harus melakukan puasa serta bermeditasi sepanjang hari. Memanjatkan doa-doa khusus serta laku spiritual lainnya. Diakhir hari, raja berbuka puasa dengan menu nasi blawong serta disantap bersama anggota dan kerabat kerajaan.

menu bangsawan

Ada keyakinan, siapa saja yang menyantap atau bahkan hanya mencicipinya maka, tuah mistis hidangan ini akan senantiasa menyertainya. Kehidupan menjadi penuh berkah dan kelimpahan Tuhan. Itulah sebabnya, hidangan ini kadang menjadi rebutan keluarga atau abdi dalem keraton usia disantap oleh raja. Tradisi ini disebut tradisi rebutan untuk mendapat sisa nasi blawong tiap kali syukuran itu berakhir.

Nasi BLawong di Resto Gadri

Khusus untuk penyajian duplikasi nasi blawong ini juga dihidangkan secara terbatas. Tujuan Gadri resto hanya untuk mengenalkan kekayaan kuliner keraton pada masyarakat umum. Tentu saja penyajiannya juga tidak menggunakan piring khusus karena piring tersebut tidak akan bisa keluar dari penyimpanan pusaka keraton.

“Menu nasi ini ini adalah resep terbatas, jadi akan selalu kita jaga kerahasiaannya. Tidak ada tujuan lain selain menjaga eksklusivitas sebagai makanan khusus para raja,” jelas BRAy Nurida. Namun sebagai upaya pelestarian budaya, sedikit demi sedikit menu-menu kerajaan itu akan ditampilkan di restorannya untuk umum. Tentu saja dengan tata cara dan penghormatan layaknya menu-menu yang ada di dalam keraton. IC/VI/AND/19

Komentar Untuk Nasi Blawong, Kerahasiaan Resep Kuliner Para Raja Jawa