Source : sindo

Makam Tumenggung Sedah Mirah diyakini memancarkan energi penglarisan. Karena itu, makam yang dipuncak Gunung Wijil ini tidak pernah sepi terutama peziarah dari kalangan pedagang.

Hujan semalam membuat tanah di kawasan Gunung Wijil menjadi sangat lembek. Berada di tengah Desa Kupang, Karangdowo, Klaten ini tetap saja ramai dikunjungi peziarah. Pada peziarah umumnya datang pada Kamis malam Jumat legi karena diyakini, hari tersebut adalah hari keramat.

Komplek Hastono Hargo Mulyo berada di puncak Gunung Wijil. Sebenarnya ada banyak makam yang berada di komplek pemakaman ini. Masyarakat meyakini jika makam-makam tersebut adalah makam keramat karena dimasa hidupnya mereka ada orang-orang berilmu dan memiliki kesaktian.

Salah satu makam yang paling ramai dikunjungi adalah makam Nyi Ageng Yudorono atau juga dikenal sebagai Raden Ayu Sedah Mirah. Beliau adalah salah satu senopati Mataram yang terkenal memiliki kesaktian yang mumpuni. Beliau piawai memimpin pasukan, memukul musuh dan menghancurkan target sasarannya.

Source : inews

Konon Sedah Mirah ini adalah adik kandung dari Sinuhun Pakubuwana II dari Surakarta. Sedikit berbeda dengan kebanyakan putri keraton lainnya, Sedah Mirah lebih memilih untuk hidup menyendiri. Setelah melaksanakan tugas-tugas yang diembannya, ia lebih memilih tinggal di puncak Gunung Wijil hingga ajal menjemputnya.

Meski begitu, masyarakat sangat menghormati dan menyakini akan kemampuan serta kesaktiannya. Tak heran jika menjelang malam Jumat legi, rombongan peziarah mulai ramai mendatangi komplek makam di Hastono Hargo Mulyo ini.

Banyaknya masyarakat yang berkunjung ini tak lepas dari keyakinan, jika memanjatkan doa dan permohonan di tempat ini akan mudah dikabul oleh Tuhan. Ini semua tak lepas dari sosok Sedah Mirah yang menjadi pedanyangan di kawasan tersebut.

Source : sindo

Uniknya lagi, mereka yang datang berziarah adalah orang-orang yang berprofesi sebagai pedagang. Baik itu pedagang kecil, tradisional hingga para pengusaha yang kelas nasional. Tak jelas dari mana datangnya keyakinan, bahwa makam ini cocok para pedagang.

Meski begitu, banyak orang yang menyatakan keberhasilannya usaha dagangnya setelah berziarah ke Makam Sedah Mirah ini. Macam-macam, ada yang mengaku, awalnya hanya usaha angkringan kini sudah memiliki beberapa usaha angkringan di berbagai daerah. Atau pengusaha warung makan ayam geprek yang sukses luar biasa setelah berziarah di makam ini.

Tidak ada syarat yang memberatkan saat melakukan ziarah ke tempat ini. Cukup membawa bunga tiga warna dan membakar kemenyan. Dan bila hajat yang diingin sudah terkabul, juru kunci akan mengarahkan peziarah untuk mengungkapkan syukurnya dengan mengadakan selamatan yang hidanganya akan dibagi-bagikan kepada peziarah lainnya. Gelaran syukuran ini biasa dilakukan di pendopo yang dibangun oleh peziarah yang telah mencapai kesuksesan usahanya. IC/VIII/AND/25

 

Ingin tahu info-info tentang sejarah Indonesia, indonesia culture dan beragam budaya yang ada di negara ini. ayo kunjungi saja www.indonesiancultures.com disini kamu akan belajar banyak tentang budaya, adat yang pernah ataupun terjadi di Indonesia

Komentar Untuk Tuah Penglaris di Makam Sedah Mirah