• Post author:
  • Post comments:0 Comments
  • Post category:Permainan Anak
  • Post last modified:28 Juni 2022
  • Reading time:3 mins read

Permainan ini juga dilakukan di luar negeri. Masyarakat Eropa, menamakan permainan ini Hopscotch. Para ahli sejarah menduga permainan ini sudah sangat tua. Mereka memperkirakan permainan ini sudah dilakukan sejak zaman Romawi yang kemudian menyebar ke seantero Eropa.

Permainan ini memiliki ciri melompat-lompat dengan satu kaki, untuk berada pada posisi tepat di dalam kotak. Masyarakat menyebut permainan anak ini sebagai engklek, sunda manda atau Zondag Mandaag. Permainan ini mulai berkembang seiring kedatangan bangsa Belanda ke Indonesia.

Engklek hanya salah satu permainan anak yang popular di Nusantara ini. Karena itu permainan ini memiliki banyak sebutan nama, tergantung dari daerah dan tempat dimana permainan ini dimainkan. Engklek atau engkle sebutan di Sumatera Utara, Jambi, dan sebagian besar Jawa. Tengge-tengge adalah sebutan di Gorontalo, baju-baju di Sumatera Selatan, asinan sebutan di Kalimantan. Atau dengkleng sebutan di Bali serta tepok gunung sebutan di Jawa Barat.

Bukan hanya tradisional, namun permainan ini tetap bertahan dan terus dimainkan hingga saat ini. Dilihat dari sejarahnya, nama asli engklek adalah zondag maandag yang merupakan bahasa Belanda. Permainan ini biasanya dimainkan di halaman tanah atau ubin semen dan diperkenalkan oleh para kolonial saat menjajah Indonesia.

Source: pinterest

Untuk memainkan engklek hanya memerlukan tanah pekarangan atau jalanan yang berkontur datar berukuran kurang lebih 3sampai 4 meter persegi. Setelah itu, tinggal dibuat bidang-bidang dengan menggunakan kapur, arang atau pecahan batu bata. Atau cukup digurat dengan ranting bila lahannya adalah tanah.

Permainan ini juga sangat identik dengan permainan anak-anak perempuan. Dapat dimainkan secara individu atau beregu. Aturan bermainan ini sangat simple, pemain atau regu memiliki satu pecahan genting atau keramik yang disebut gaco untuk dilemparkan ke dalam kotak yang sudah dibuat. Mereka akan bermain bergantian dengan melempar gaco pada kotak pertama dan begitu seterusnya.

Kotak yang berisi gaco tidak boleh diinjak dan harus dilompati demikian seterusnya. Demikian juga dengan garis, pemain dilarang untuk menginjak atau menyentuh garis bidang kotak. Jika hal ini dilanggar, pemaian dinyatakan kalah, dan bila semua pemain beregu melakukan kesalahan secara berturut-turut, maka regu lawan akan mengganti pemain lawan.

Saat semua perjalanan kotak sudah dilalui tanpa ada kesalahan, pemain dapat memilih kotak sebagai ‘rumah’ dengan cara melempat gaco dari start pemainan engklek. Pemain harus melempar gaco dengan cara membelakangi area kotak engklek.

Jika gaco itu masuk ke kotak tanpa menyentuh bidang permianan, maka kotak itu sah menjadi miliknya. Pemilik rumah bisa beristirahat dikotak rumahnya, sementara pemain lain dilarang melewati dan harus melompati.

Ternyata Engklek tak hanya dimainkan di Indonesia saja. Permainan ini juga dilakukan di luar negeri. Masyarakat Eropa, menyebut permainan sebagai Hopscotch. Para ahli sejarah menduga permainan ini sudah sangat tua.

Mereka memperkirakan permainan ini sudah dilakukan sejak zaman Romawi yang kemudian menyebar ke seantero Eropa saat Romawi melakukan perluasan wilayahnya.

Meski hanya permainan anak-anak, namun engklek atau hopscotch ini mengajar banyak hal. Engklek sarat dengan filosofi kerjasama, team work serta nilai-nilai sportivitas. Semua itu harus selaras jika ingin memenangkan permainan ini. IC/AND/IV/20.

 

Ingin tahu info-info tentang sejarah Indonesia, indonesia culture dan beragam budaya yang ada di negara ini. ayo kunjungi saja www.indonesiancultures.com disini kamu akan belajar banyak tentang budaya, adat yang pernah ataupun terjadi di Indonesia

Komentar Untuk indonesia culture, indonesian culture, budaya indonesia, adat indonesia