• Post author:
  • Post comments:0 Comments
  • Post category:Tradisi
  • Post last modified:31 Maret 2022
  • Reading time:4 mins read

Secara makna, inti dari peringatan Hari Raya Kuningan ialah  melepas para Dewa dan roh  luluhur,  kembali ke Kahyangan. Semua ini dilakukan setelah sebelumnya terutama  sejak Galungan para Dewa dan roh leluhur itu telah  turun  ke bumi untuk mengalahkan angkara murka di muka bumi.

Ada berbagai  tradisi unik yang dilaksanakan bersamaan atau setelah  saat perayaan Kuningan,  tradisi tersebut adalah tradisi Mesuryak. Mesuryak adalah tradisi membagi-bagikan uang kepada berbagai masyarakat yang hanya dilakukan saat hari raya Kuningan. Perayaan ini hanya ada dan dilakukan  di Banjar Bongan Gede, Desa Bongan,  Tabanan.

tradisi Mesuryak

Secara harfiah, Mesuryak berarti  bersorak dalam Bahasa Bali. Penamaan ini  mengacu pada situasi dan suasana sorakan masyarakat Banjar Bongan Gede saat berebut uang yang ditebarkan. Bisa dibayangkan hebohkan masyarakat saat ada hujan uang di hadapan mereka. Bagaimana meriahnya saat orang-orang berebut untuk mengambil dan mengumpulkan uang-uang tersebut.

Pelaksanaan Tradisi Mesuryak

Rangkaian tradisi ini  dimulai dengan seremoni upacara pelepasan leluhur di pura keluarga atau Pura Kahyangan Tiga. Yang dimaksud Pura Kahyangan Tiga adalah pura  dalem, pura puseh dan pura desa. Leluhur yang telah dilepas kepergiannya dengan dibekali banten pangadegan atau sesaji yang diletakan di depan kori atau gerbang rumah.

Adapun banten atau sesajian tersebut terdiri atas beras, telur, pis (uang) bolong serta perlengkapan ‘kehidupan’ yang lainnya. Semua bekal itu disiapkan untuk para leluhur melakukan perjalanan spiritual. Biasanya keseluruhan upacara ini akan digelar manakala pagi sudah mulai beranjak menuju siang.

Rangkaian persembahyangan yang dilakukan  di pura keluarga dan pura kahyangan tiga purna dilaksanakan Maka  para warga Banjar Bongan Gede, mulai beranjak bergeser untuk  berkumpul di jalan, bersiap-siap melakukan tradisi Mesuryak.

Apa Makna Tradisi Mesuryak ?

Tradisi Mesuryak ini memiliki makna  memberi bekal yang disimbolkan dalam uang kepada para leluhur yang hendak  kembali ke kahyangan. Dengan pemberian bekal tersebut para leluhur akan mendoakan keluarga yang ditinggalkan dan yang masih berada di dunia. Selain ini, makna sosial dari tradisi simbol dari pembagian rezeki dan keakraban kepada warga Banjar Bongan Gede.

Semua rangkaian acara harus sudah selesai pada tengah hari. Hal ini  karena dipercaya pada tengah hari itulah  roh para leluhur dan para Dewa kembali ke kahyangan. Karenanya, persiapan mesuryak ini sudah harus dilaksanakan beberapa saat sebelum tengah hari.

bagi-bagi uang hari raya kuningan

Dulu, perbekalan yang disyaratkan adalah menggunakan  uang kepeng atau pis bolong. Namun seiring perkembangan zaman, masyarakat masa sekarang  cenderung memakai uang logam recehan dan juga uang kertas. Bahakan beberapa keluarga yang memiliki ekonomi yang bagus kadang juga membagi-bagikan  uang pecahan 100-ribuan. Tidak ada unsure persaingan dalam membagikan uang, karena semua dilakukan untuk tujuan ritual adat bukan untuk pamer kekayaan. Pembagian ini juga sesuai kemampuan dan kerelaan hati keluarga.

Uang-uang tersebut dilemparkan ke udara dan saat uang itu jatuh ke tanah akan menjadi  rebutan  bagi   warga yang telah berkumpul di depan rumah dengan sorakan dan kegembiraan. Mesuryak dilakukan bergiliran dari rumah ke rumah, sehingga setiap warga bisa berebut uang secara adil. Kemeriahan dan  kegembiraan setiap warga antusias menyaksikan tradisi Mesuryak ini dan sebagian warga juga berebut hujan uang tersebut.

Dari segi jumlah uang yang didapatkan juga sangat bervariasi, karena memang jumlah uang bukanlah tujuan utama dari tradisi ini.  Makna dan tujuan tradisi Mesuryak ini adalah rasa bahagia, suka cita memberikan bekal pada leluhur agar kembali ke alam surga dengan damai dan tenang.

Secara Niskala warga menyakini  dengan memberi bekal kepada leluhur tentu akan ada timbal baliknya juga seperti rejeki yang lebih muda. Saat tradisi Mesuryak digelar setiap 6 bulan sekali (210 hari dalam kalender Bali) tepatnya pada hari raya Kuningan atau 10 hari setelah hari Raya Galungan. source : Banjar Bongan Gede IC/VII/AND/13,

 

Komentar Untuk Tradisi Mesuryak, Hujan Uang Saat Perayaan Kuningan