• Post author:
  • Post comments:0 Comments
  • Post category:Kuliner
  • Post last modified:2 April 2022
  • Reading time:4 mins read

Meski bercita rasa pahit namun pagit  hanya disajikan bagi kalangan atau orang-orang terhormat. Dan hanya ada di  pesta adat besar  seperti merdang-merdem atau pesta adat yang hanya digelar tahunan, pesta perayaan pernikahan besar,  syukuran panen, serta acara-acara adat besar lainnya.

Masakan ini mungkin hanya satu-satunya Indonesia atau, bahkan mungkin di dunia. Suku Karo di Sumatera Utara, memiliki kuliner unik ini dan telah diturunkan dari generasi ke generasi. Merek  mengolah isi usus sapi  menjadi masakan khas. Nama makanan itua adalah  pagit-pagit atau trites, unik bukan?

Seperti namanya, bahan penyusun utam adari pagit-pagit atau trites ini adalah sisa makanan dari sapi atau kerbau yang berada di bagian usus besar.  Benar sekal, sisa  makanan sapi atau kerbau itu adalah rerumputan dan berbagai jenis tumbuhan yang telah dikunyah  dalam mulut sapi yang turun ke usus besar.

Pagit-Pagit

Di daerah atau belahan dunia lainnya, bahan sisa bahan tersebut sudah pasti akan dibuang. Namun bagi masyarakat Karo, isian usus ini diolah kembali dan dijadikan hidangan serta makanan yang layak makan. Dari sisi bentuk makanan yang tersisa di usus besar ini memang sebagian telah hancur, namun ada beberapa bagian dari sisa makanan itu yang masih utuh.

Sisa makanan yang masih utuh itu karena sapi atau kerbau memang terkenal sebagai binatang yang kurang sempurna dalam mengunyah makanannya. Secara teknis  pakan ini belum dicerna secara penuh oleh sapi atau kerbau. Jadi sisa makanan atau rumput dan dedaunan  tersebut  belum dapat disebut atau dikatakan sebagai kotoran.

Kuliner Khas Batak pagit-pagit

Orang Karo mengolah air dari perasan rumput untuk dijadikan kaldu. Isi pakan dari isi usus besar  dipisahkan ke dalam wadah sesaat setelah sapi atau kerbau  disembelih. potong. Sesaat setelah usus dirobek dan trites ini dikeluarkan dari dalam usus, ada aroma amis serta  bau tak sedap lainnya. Namun masyarakat Karo punya cara unik untuk menetralisir. Dengan menambahkan susu segar dan kulit luar pohon cingkam. Kedua bahan itu ternyata sangat ampuh untuk menetralisir bau amis dan tak sedap dari trites.

Asal Nama Makanan Pagit-Pagit

Nama pagit-pagit sebenarnya berarti pahit dalam bahasa Karo. Dan memang benar, makanan ini sejati memiliki rasa yang pahit. Tapi justru rasa pahit ini oleh orang Karo diklaim sebagai hidangan yang mampu menambah nafsu makan, obat alamiah dari maag dan memperbaiki kerja pencernaan.

Benarkah klaim tersebut? Secara ilmiah  rerumputan dan dedaunan  yang  yang ada di dalam usus besar sapi tersebut untuk dicerna. Dalam proses pencernaan tersebut, bahan makanan akan mengalami proses memecahan zat-zat secara kimiawi. Karena selain dihalus oleh gigi, makanan yang masuk tersebut juga dihancurkan oleh enzim pada hewan. Ini artinya makanan berupa rumput itu telah urai secara alami. Proses pencernaan ini membuat  selulosa pada rumput dan dedaunan  berubah menjadi karbohidrat dan glukosa yang bernutrisi tinggi.

Namun, meski bercita rasa pahit, dan hanya disajikan bagi kalangan atau orang-orang terhormat.  Trites atau pagit juga  hanya disajikan dalam pesta adat besar  seperti merdang merdem atau pesta adat yang hanya digelar tahunan, pesta perayaan pernikahan besar,  syukuran panen, serta acara-acara adat besar lainnya.

Walau tampilan sekilasnya terlihat  menjijikan, soal rasa pagit-pagit ini boleh dicoba dan diadu dengan kuliner lain dari Nusantara. Kendati berbahan dasar isi usus sapi, pagit juga dicampurkan dengan beberapa bahan lain seperti  daging, tulang, kikil, daun singkong, dan rempah-rempah lainnya.  Keistimewaan lain adalah bumbunya yang terbilang berlimpah dan lengkap. Inilah yang membuat rasa pagit-pagit menjadi menggigit. Bahkan ketakuatan akan munculnya bau tak sedap juga dijamin tak ada lagi. Selain itu, mereka yang memasak atau mengilah pagit-pagit adalah juru masak Suku Karo yang sudah sangat berpengalaman yang diinjinkan untuk memasaknya. IC/VII/AND/04

Komentar Untuk Pagit-Pagit, Kuliner Batak Karo Berbahan Sisa Usus Sapi