• Post author:
  • Post comments:0 Comments
  • Post category:Local Wisdom
  • Post last modified:21 Desember 2023
  • Reading time:4 mins read

 

source : cruisemapper

 

Banyak sekali perbincangan mengenai permasalahan kebudayaan di Indonesia. Kebudayaan Indonesia mencakup banyak sekali kebudayaan dari Sabang sampai Merauken, dari sekian banyak kebudayaan yang ada di Indonesia, kebudayaan Madura adalah salah satunya.

Sebelum membahas tentang budaya Madura, mari kita lihat dulu dimana letak Pulau Madura? Madura merupakan sebuah pulau kecil di bagian timur Jawa Timur dengan empat kabupaten dan pulau kecil. Daerah Bangkalan, Sampangi, Sumenep, Pamekasan, Pulau Kangean, Pulau Sapudi dan lain-lain mempunyai banyak sekali seni dan budaya yang sudah ada sejak lama.

Lantas, bagaimana sejarah asal usul kebudayaan Madura? Konon berawal dari perjalanan Arya Wiraraja sebagai Adipati Madura pertama pada abad ke-13. Kitab Negarakertagama memuat segalanya, terutama pada Kidung 15 yang menyebutkan bahwa Pulau Madura pada mulanya dianeksasi ke tanah Jawa, menandakan bahwa pada  1365 orang Madura dan orang Jawa tergabung dalam komunitas budaya yang sama.

Sekitar 900 hingga 1500 M, pulau ini berada di bawah pengaruh kerajaan Hindu di Jawa Timur seperti Kedir, Singhasari, dan Majapahit. Antara i1500 dan 1624, penguasa Madura agak bergantung pada kerajaan Muslim di pantai utara Jawa seperti Demak, Gresik, dan Surabaya. Pada tahun 1624 Mataram berhasil menaklukkan Madura. Setelah itu, pada paruh pertama abad ke-18, Madura berada di bawah kekuasaan kolonial Belanda (sejak i 1882), pertama oleh VOC, kemudian oleh Pemerintah Hindia Belanda. Ketika provinsi-provinsi tersebut dimekarkan pada i1920-an, Madura menjadi bagian dari provinsi Jawa Timur.

Ciri-ciri Masyarakat Madura Masyarakat Madura berdomisili di wilayah Jawa Timur, khususnya Pulau Madura (termasuk pulau-pulau di sekitarnya) dan wilayah Tapal Kuda (Pasuruan, Probolinggo, Jember, Bondowoso, Lumajang dan Banyuwangi). Selain itu masyarakat Madura juga banyak yang merantau ke tempat lain khususnya Kalimantan, Jabodetabek, Bali dan negara-negara Timur Tengah khususnya Arab Saudi. Masyarakat Madura terkenal dengan intonasi bicaranya yang keras dan kasar. Namun, mereka juga bisa hemat, disiplin, dan pekerja keras.

Selain itu, masyarakat Madura mungkin memiliki tradisi Islam yang kuat, meskipun terkadang mereka melakukan ritual Petik Laut atau Rokat Tasse (sama dengan pengorbanan larung). Terdapat perbedaan antara Madura Timur (Sumenep dan Pamekasan) dan Madura Barat (Sampang dan Bangkalan). Maduro Timur dikenal lebih halus dalam sikap, bahasa, dan adat istiadatnya dibandingkan Madura Barat. Penduduk Madura barat lebih banyak bermigrasi dibandingkan penduduk Madura Timur. Sebab, Madura Barat lebih kering dibandingkan Madura Timur yang bisa lebih subur. Masyarakat Madura pada dasarnya adalah masyarakat dengan etos kerja tinggi, ramah, pekerja keras dan gigih yang ingin pindah karena kondisi daerahnya kurang baik untuk bertani.

 

 

 

kursi sunat

 

Kebanyakan warga Madura hampir 100% beragama Islam, bahkan warga Madurai yang tinggal di Madurai bisa dikatakan 100% beragama Islam. Suku Madura bisa sangat religius dalam Islam, begitu pula dengan suku Melayu atau suku Bugi yang juga menganut agama Islam dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu penyebabnya adalah banyaknya pesantren yang tersebar di seluruh Pulau Madura. Karakteristik keagamaan masyarakat Madura menyebabkan dipamerkannya berbagai artefak budaya Madura di Museum Islam Lamongan, Indonesia. Beberapa destinasi budaya tersebut antara lain: Mangkuk nasi dan sendok nasi Koleksi barang ini terdiri dari rice bowl dan rice scoop yang terbuat dari kayu pilihan dan anyaman rotan.

Rangka yang unik dan khas serta bentuk dan ukiran naga membuat mangkok nasi ini digunakan oleh kalangan bangsawan pada tahun 1800-an. Kursi sunat dewasa Koleksi barang yang satu ini adalah kursi sunat kayu atau kursi khitan asal Madura. Kursi sunat ini biasanya digunakan pada saat khitanan atau khitanan. Oleh karena itu, ada pohon khusus untuk memudahkan proses ini. Alat sunat biasanya berupa sarung, pisau sunat dan kursi. Proses khitanan ini sering disebut dengan kalak.

Keris Madura

Dapur Keris Kulit Semangka mewah dengan motif kaligrafi arab Keris ini merupakan koleksi daerah Sumenep Madura, diperkirakan sudah ada sejak abad ke-19 atau sekitar 1800 Masehi. Alat pengeriting rambut ini tampak cantik dengan tulisan Lahaulawallaquata Illa Billah pada bilahnya.

Sementara itu, pada bagian badan keris terdapat tulisan kaligrafi Ayat Kursi yang dimaksudkan untuk memohon keselamatan. Keindahan pemanas juga terlihat pada gagangnya yang diukir kaligrafi syahadat yang bertujuan untuk mengenang keimanan Islam seumur hidup. Pemanas ini konon memiliki kewibawaan seperti kulit semangka, yang menyandang pemimpin yang pendiam namun populer, karismatik, dan berwibawa. Tak hanya menyajikan persoalan terkait budaya khas masyarakat Madura. Museum Islam india juga memamerkan benda-benda koleksi dari beberapa kerajaan Islam terkenal di dunia dan nusantara, seperti Kesultanan Utsmaniyah Turki, Kesultanan Mughal India, Dinasti Tiongkok, Kerajaan Islam Demak, Mataram Islam, Samudera. Pasai, Kesultanan Aceh, Peninggalan Wali Songo dan lain-lain.IC/AND/XVIII/21

Komentar Untuk Koleksi Eksotis Budaya Madura di Museum Islam Lamongan