Karena jalinan cintanya yang kandas ditengah jalan, Putri Nglirip mengutuk pasangan yang berkunjung ke pertapaannya akan mangalami nasib tragisnya.

Meski tak menanjak  terlalu tinggi, namun jalanan menuju kawasan air terjun ini relatif menantang. Sebuah tebing karang dibelah oleh jalanan yang berkelok tajam yang dikanan kiringnya rapat berdiri rumah-rumah penduduk yang yang difungsikan sebagai toko dan warung makan. Selepas kawasan itu, suasana kembali kosong, hutan jati menjadi pemandangan sepanjang jalan menuju kawasan Kecamatan Singgahan.

Memasuki tikungan tajam, sebuah tanda atau lebih tepatnya papan nama dari papan ala kadarnya bertuliskan kawasan wisata Nglirip. Ambil turunan  tajam jalan dari tanah warga biasa menyebut warung anjlok. Beberapa warung makan berjajar rapi sepanjang jalan yang diapit sebuah sungai kecil yang berair jernih.  Dari kejauhan terlihat sebuah pemandangan air terjun yang memesona. Air Terjun Nglirip atau dikenal dengan nama Grajagan Nglirip oleh masyarakat ini berada di Dusun Jojogan, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan,   Tuban.

 Air terjun ini  memiliki ketinggian sekitar   30 meter dan lebar 28 meter dengan air yang jernih.  Mata airnya   berasal dari beberapa sumber air di daerah Hutan Krawak,  sekitar 3 km dari lokasi air terjun ini.

Inilah kekuatan dorongan dari air terjun nglirip yakni bersatu tiga mata air yang bersatu menjadi sebuah lontaran air yang begitu deras. Sayang jalan menuju lokasi masih ala kadarnya. Jalanan menurun masih dari tanah yang dibuat berundak. Pengaman jalan bagi pengunjung juga masih terbuat dari bambu. Katika hujan turun, beberapa anak tangga dari tanah itu juga terlihat longsor, sehingga sangat membahayakan pengunjung.

Sakit Hati

Saat berada dibawah, air terjun ini terlihat sangat mengesankan, bentangan air terjun ini sepintas seperti sebuah tembok raksasa. Bongkahan batu-batu besar mempercantik dasar air terjun. Beberapa pemuda juga nampak asyik memancing menikmanti waktu luang mereka. Didinding air terjun, ada sebuah goa yang cukup besar yang konon sering dipakai semedi untuk mencari ilmu. “Tapi kalau dilihat dari arah air tidak akan terlihat, karena air terjun seolah menjadi tirai penutupnya,” kata Moyo (60) penjaga kawasan wisata Nglirip.

Menurut Moyo,  Legenda Nglirip berawal kisah cinta anak Adipati Tuban di zaman sebelum kerajaan Majapahit yang memiliki istri warga Desa Singgahan.   Sang anak yang telah menginjak perawan  belakangan mulai jatuh hati dengan seorang pemuda rakyat biasa. Tentu saja ayahnya yang seorang adipati tak terima dan menentang hubungan asmara beda derajat sosial  ini.  Akhirnya, gadis itu memutuskan   minggat dari rumah setelah mengetahui kekasihnya, konon bernama Joko Lelono, tewas dibunuh prajurit kadipaten atas perintah ayahnya.

“Karena sakit hati jalinan cinta gagal ditengah jalan,   putri itupun memutuskan untuk  bertapa di salah satu goa di balik air terjun di tengah hutan. Dia mengasingkan diri dan menolak untuk bertemu dengan siapapun. Namun sesekali ia mengambil air didasar air terjun. Hingga kini sang putri itu masih kerap muncul dan menampakan diri. Tapi ini hanya untuk orang-orang yang bakal mendapatkan kemulian hidup. Biasanya juga tidak lama, hanya sekelebat saja,” ungkap Moyo sambil menunjuk tempat dimana sang putri biasa mengambil air.

Oleh masyarakat, lanjut Moyo, Putri yang bertapa itu disebut putri Nglirip.  Warga meyakini, putri Nglirip akan marah jika rumahnya di sekitar goa air terjun  dipakai pacaran. Apalagi jika pengunjung tersebut adalah calon pengantin, dijamin tak sampai 40 hari setelah kencan di obyek wisata alami itu, hubungan asmara bakal terputus.  Tapi kalau pasangan suami istri biasanya tidak apa-apa.

 Mitos

Mitos ini   sangat dipercaya oleh  warga setempat.  Warga meyakini, sang putri yang patah hati tetap melajang hingga  berpindah alam.  “Setiap kali ada anak muda yang pacaran  datang kesini, selalu saya ingatkan agar tidak mendekati air terjun. Kebanyakan mereka  tidak percaya, mereka baru percaya omongan saya setelah putus dengan pasangannya. Inilah yang oleh masyarakat disebut sawab atau kutukan Putri Nglirip,” jujur Imron, petugas loket masuk.  

Konon menurut legenda tutur masyarakat , pada hari-hari tertentu di salah satu Air Terjun dapat menyerupai relung batu-batu besar sehingga tampak  seorang putri nan cantik jelita sedang membatik. Ada pula versi yang  lain yang bercerita tentang seorang putri yang berparas menawan  sedang bermain air di bawah air terjun dengan diiringi beberapa putri-putri pengawalnya yang lain.

Para putri gaib itulah yang dikenal dengan sebutan Putri Nglirip yang  dipercaya oleh warga setempat sebagai “dayang” penghuni lokasi air  terjun. Terlepas dari benar atau tidaknya legenda tersebut, yang  jelas di lokasi Air Terjun Nglirip ini memang dapat dirasakan pesona  dan aura misterinya.   Karena itu kepada pengunjung diharapkan untuk tidak berucap dan  berbuat di luar batas kesusilaan. “Disini tidak bisa sembarangan, sudah sering terjadi peristiwa pengunjung yang kesurupan. Dan setelah sadar biasanya mereka baru ingat telah melakukan perbuatan diluar batas,”  ungkap Imron. IC/VIII/AND/26

 

Ingin tahu info-info tentang sejarah Indonesia, indonesia culture dan beragam budaya yang ada di negara ini. ayo kunjungi saja www.indonesiancultures.com disini kamu akan belajar banyak tentang budaya, adat yang pernah ataupun terjadi di Indonesia

Komentar Untuk Kutukan Putus Cinta Putri Nglirip