• Post author:
  • Post comments:0 Comments
  • Post category:Legenda / Situs
  • Post last modified:16 Februari 2022
  • Reading time:5 mins read

Candi Gunung Gangsir dan Sisa-sisa kekayaan Nyi Sri Gati masih bisa ditemukan hingga seribu tahun kemudian. Sayang, harta-harta tak ternilai lainnya habis  dijarah besar-besaran oleh Jepang.

*****************<>************

Melihat Candi Gunung Gangsir, bisa dipastikan, bangunan tersebut adalah sebuah bangunan yang sangat indah dimasanya. Batu bata merah berbagai ukuran disusun demikian indahnya hingga mencapai ketinggian belasan meter. Sementara di masing-masing sisi, mulai badan candi hingga puncaknya dihiasi oleh ornamen-ornamen bejana atau vas yang diisi oleh tanaman sulur. Sedangkan pahatan relief bergambar wanita pada dinding sisi utara, sayang bagian kepala relief tersebut telah hilang entah kemana.

Candi Gunung Gangsir

Candi dengan panjang 20 meter dan lebar 17 meter ini berdiri pada lahan seluas 62 X 24 meter berada di Desa Keboncandi, kecamatan Beji, Pasuruan. Sepintas bentuk candi ini sangat mirip dengan bentuk pagoda. Sayang proses renovasi yang belum rampung dan menyisakan rangkaian bambu yang terlihat sangat mengganggu pemandangan.

Candi Gunung Gangsir Menurut Arkeolog

Bangunan ini diperkirakan didirikan pada abad ke-10. Kemungkinan pertama, bangunan ini dibangun pada masa Kerajaan Medang saat pemerintahan Mpu Sendok. Sedang kemungkinan kedua, candi ini dibangun oleh kerajaan Kahuripan dibawah Raja Airlangga. Tapi menurut analisa arkeologi, candi ini dibangun sebagai tugu peringatan atas keberhasilan pertanian di daerah sekitar candi.

mbok rondo dermo

Kisah Janda Kaya Raya Nyi Sri Gati

“Menurut cerita orang-orang tua, memang daerah disekitar Gunung Gangsir ini adalah daerah pertanian yang luar biasa suburnya. Dan keberhasilan ini berkat kerja keras seorang wanita yang mengajarkan penduduk cara bercocok tanam yang baik,” ujar Edi (28), juru kunci candi dari generasi ke empat ini.

Menurut legenda rakyat, wanita hebat itu bernama Nyi Sri Gati. Konon, karena  ajakan Nyi Sri Gati, masyarakat yang ketika itu masih mengembara akhirnya memutuskan untuk menetap dan bercocok tanam. Sebelum bisa bercocok tanam, warga setempat masih memakan umbi sebangsa rumput tuton atau teki. Nyi Sri Gati yang mendapat petunjuk Hyang Widi itu akhirnya kedatangan serombongan burung gelatik yang membawa bibit padi-padian. Burung-burung itu kemudian menjatuhkan padi dan kulit padi yang kemudian ditanam di sebelah utara candi yang waktu itu berupa hamparan tanah berair mirip rawa-rawa yang dangkal yang lansung berbatasan dengan laut Jawa.

Nyi Sri Gati

Dan benar, dari bibit tanaman yang dijatuhkan para burung itu, tumbuh dan menghasilkan  padi. Tapi pada kulit padi menghasilkan batu permata. Sejak saat itulah, wilayah ini tidak pernah lagi kesulitan pangan. Bahkan hasil panen selalu berlimpah-limpah, belum lagi panen batu-batu mulia dari sisa kulit padi.

Julukan Mbok Dermo dan Legenda Gunung Perahu Penanggungan

Meski kaya raya, Nyi Sri Gati juga terkenal sangat dermawan, hingga berikutnya masyarakat menjulukinya sebagai terkenal pula dengan nama Mbok Rondo Dermo, artinya kurang lebih, janda yang dermawan.

“Konon karena hasil pangan dan batu permata yang melimpah menarik pedagang dan pengembara datang ke Gunung Gangsir untuk melakukan perdagangan. Meski seorang wanita, Nyi Sri Gati adalah seorang yang berilmu tinggi. Terbukti saat para pedagang berbuat curang menggelapkan batu permata miliknya, perahu mereka akhirnya tenggelam dan terpelanting. Tempat kejadian itu kini menjadi gunung perahu yang terletak dilereng Gunung Penanggungan, disebelah barat Pasuruan,” kata Edi sambil menunjuk tempat yang dimaksud.

Legenda Harta Karun Gunung Gangsir

Legenda lain menyebutkan, para penjahat juga tertarik untuk menguasai harta janda  kaya ini. Banyak orang jahat berilmu  yang mencoba merampok dan merebut harta kekayaan Nyi Sri Gati, namun semuanya bisa ia kalahkan. Nama-nama penjahat berikut kegagalannya itu diabadikan menjadi nama desa yang ada disekitar Candi Gununggangsir, sebagai contoh: Keboireng, Wonokoyo, Pucang, Sobo, Kesemi, Kedatan dan masih banyak lagi.    

Terlepas dari kebenaran legenda itu, sampai sekarang Candi Gunung gangsir masih merupakan tempat yang sakral bagi penduduk setempat. Bahkan legenda dan mitos juga menggoda penjajah Jepang mencari harta karun. “Kakek buyut saya saksi kebrutalan tentara Jepang saat menjarah candi ini. Dulu, areal disekitar candi ini dipenuhi oleh patung dan arca. Bahkan di tubuh candi diduga tersimpan benda-benda berharga. Kini semua barang berikut arca yang yang menjadi pagar candi leyap digasak Jepang,” terang Edi.

Harta Karun Gunung Gangsir

Bagian Dalam Candi Gunung Gangsir

Pada badan Candi ada sebuah ruangan berukuran sekitar 4X4 meter dengan pintu masuk yang megah. Diduga di ruangan inilah pemujaan zaman dulu dilakukan. Kemungkinan besar ruangan ini yang memancing penjarah yang mengira sebagai tempat penyimpanan harta dan pertama seperti yang dilegendakan itu. Karenanya, pada pemugaran berikutnya pintu ruangan ini ditutup dan dikecilkan hingga hanya bisa dimasuki manusia dengan cara merayap.

Kesakralan Candi Gunung Gangsir sampai saat ini masih terjaga. Masyarakat masih kerap menyelenggarakan selamatan setiap Jumat Legi. “Kalau dulu selamatannya besar-besaran. Tapi sekarang peserta tinggal sedikit, kebanyakan hanya diikuti anak-anak dan hanya menyajikan jajan pasar,” kenang Edi.

Cerita Kesaksian Warga Sekitar Menemukan Emas

Tapi Legenda kekayaan Mbok Rondo Dermo masih bisa dirasakan oleh warga sekitar candi. Pada dekade 80an masih banyak warga yang menemukan emas lempengan saat mereka menggali pondasi untuk membangun rumah. “Saya pernah melihat bapak saya menemukan lempengan emas dengan gambar hewan dan huruf Jawa kuno saat menggali pondasi rumah. Lempengan Emas itu lentur hingga bisa digulung. Selain lempengan, ada juga emas-emas seperti medali tapi pipih, mirip kalung nama pada tentara. Tapi sekarang sudah jarang orang yang mencari karena disekitar candi sudah padat perumahan penduduk,” jujur Edi. IC/VI/AND/13

Komentar Untuk Candi Gunung Gangsir Legenda Janda Kaya dan Cerita Harta Karun