• Post author:
  • Post comments:0 Comments
  • Post category:Mistis
  • Post last modified:18 Februari 2022
  • Reading time:5 mins read

Opo-opo bisa merasuk atau dipanggil untuk kepentingan tertentu. Roh penasaran ini ada dua jenis yang sama-sama memiliki kekuatan dahsayat yang dapat menyengsarakan dan membahagiakan manusia.

**********************

Berkali-kali tubuh Yance mengejang. Tiga orang kerabat yang memegannginya nampak kewalahan. Sebantar lepas genggangam tangan, langsung diraih kembal.  Dorongan tubuhnya juga demikian kuat. Dari mulut lajang berambut lurus ini keluar suara-suara aneh yang bukan miliknya. Mirip suara wanita tua yang dengan serak menghardik dan mengumpat orang-orang yang memagangi tangannya.

“Awalnya kami tadi berlima, selama lebih dari 40 menit mengerahkan seluruh tenaga untuk memegangi dan menenangkan dia. Tapi kekuatan Yance bisa mengalahkan kami semua, dan sepertinya semua usaha kami sia-sia belaka.  Kekuatan yang merasuki Yance demikain kuat.  Dua orang sudah menyerah kelelahan karena dibanting  Yance,” ungkap Alex paman Yance.

Yang membuat Alex dan keluarga besarnya   ngeri  justru  suara-suara aneh yang berasal dari mulut Yance. Dengan mata terbelalak, beberapa kali Yance menunjuk-nujuk sebuah lokasi di pojok rumah. Suara Yance itu juga  berkali-kali menghardik dan mengumpat seperti tidak rela akan suatu hal.

“ Nada-nadanya, suara wanita tua itu tak terima, kami membangun gudang di pekarangan belakang. Dulu dilokasi itu memang pernah ada makam keluarga, tapi saat itu sudah dibongkar dan ahli warisnya sudah memindahkan semua kerangka miliki keluarga mereka. Kemudian keluarga kami membeli halan tersebut, sekarang kami bangun untuk gudang menyimpanan cengkeh kami,” papar Alex sambil terus memegangi Yance.

Kuasai Pakampetan

Kondisi Yance menurut masyarakat Tomohon dan sekitarnya adalah kerasukan Opo-opo. Dalam penuturan masyarakat Minahasa, opo-opo adalah dunia arwah tempat dimana orang-orang atau leluhur yang telah meninggal itu bertempat tinggal. Menurut kepercayaan masyarakat,  opo-opo adalah dunia setelah kematian sebab mereka tidak mengenal konsep surga dan neraka.

Masyarakat dahulu percaya mereka yang pada masa hidupnya berperilaku baik menjadi roh atau opo yang baik. Sebaliknya mereka yang berperilaku jahat   akan tetap menjadi roh jahat. Pemahamannya bahwa Opo Empung Wangko yang merajai semua Roh dan Opo telah menciptakan Opo baik dan Opo jahat.

Sadar keadaan bisa menjadi lebih buruk, keluarga Yance memutuskan untuk meminta bantuan  tonaas atau dukun setempat. Tonaas dipercaya memiliki kekuatan mistis untuk berkomunikasi dengan opo-opo yang merasuk dalam tubuh Yance. Tonaas tak hanya sanggup berkomunikasi tapi juga mampu mendatangkan roh atau opo-opo untuk merasuk pada tubuh seseorang.

“Suara yang merasuki  Yance itu memperkenalkan diri sebagai seseorang  pemilik lahan. Dengan penuh kemarahan, roh tersebut menyatakan  tidak terima karena ‘rumahnya’ di pindahkan tanpa seijinnya. Pembangunan dan pembuatan gudang baru itu  juga dianggap makin merusak wilayahnya,” jelas Fredrich Lapa, tonaas asal Tomohon.

Menurut Lapa ada bermacam-macam opo-opo yang dikenal di oleh masyarakat Minahasa. Beberapa diantaranya adalah   Opo Siou Kurur, opo jenis ini memiliki  badan yang  tinggi besar. Sementara opo yang mampu berjalan dengan cepat diberi nama opo sembilan lutut. Ada juga  Opo Don-dokambey yang diyakini  menunggang kuda belang atau  bata-bata. “Semua opo itu memiliki kekuatan sakti. Para arwah ini akan terus mengawal anak cucu mereka. Mereka memberikan  arahan, juga perlindungan. Tapi ada juga opo jahat yang senangnya mencelakaan dan  menyesatkan manusia,” ungkap Lapa.

Komunikasi dengan opo-opo beberapa kali juga mampu menyingkapkan misteri yang selama ini terpendam. Pernah suatu ketika kasus pembunuhan dapat terungkap karena adanya keluarga korban yang kesurupan opo. Konon leluhur korban itu tak terima anak cucunya menjadi korban pembunuhan. Dan lewat komunikasi dan pentunjuk gaib, akhirnya pembunuhan itu mampu diungkap oleh polisi.

Orang yang kesurupan itu dalam bahasa Minahasa disebu sebagai  Pakampetan. Kadang lewat mantera dan doa saja kesurupan ini dapat diredam atau disembuhkan. Namun bila masalahnya gawat dan opo yang merasuk ini jenis sakti atau sangat jahat, maka proses penyembuhannya akan memakan waktu yang relatif lama.

Bungkusan Kain Merah

“Dalam kasus Yance ini, saya harus meredam kemarahan opo nenek yang merasa terusik ini. Karena lewat pembicaraan tak bisa nego dengan lancar terpaksa saya harus memberikan jimat khusus agar Yance bisa segera sadar. Sebab saya sudah menguatirkan kondisi kesehatan Yance yang sudah hampir dua jam tak sadarkan diri,” jujur Lapa sambil menyiapkan penangkal pamungkas bagi Yance.

Sejenis batu cincin dan akar tumbuhan tua nampak diusap-usapkan ke dahi Yance. Yance yang tadinya beringas nampak sedikit melemah. Tubuhnya mulai lunglai. Setengah menit kemudian ia bahkan sudah jatuh tertelungkup ke lantai.  Air liurnya membasahi pipi, sementara tubuhnya basah oleh guyuran keringat. Otot tangannya yang semula mengjang juga terlihat lemas. Tubuhnya lunglai bak daging tanpa tulang.

Rupanya jimat penangkal dari Lapa benar-benar ampuh untuk meredam kemarahan opo nenek yang merasuki tubuh Yance. “Dari tadi sebenarnya bisa saja saya mengusapkan jimat ini ini, tapi jika sudah dilemahkan kita tidak akan tahu keinginan atau tuntutan opo. Kalau begini kita jadi tahu dan bisa mengambil sikap atau tindakan untuk menerima atau bahkan menlak keinginan itu,” ungkap Lapa sambil kembali memasukkan jimat-jimat lainnya akan diberikan pada Yance.

Beberapa jimat yang sudah dikeluarkan kemudian dibungkus dengan kain merah yang sudah disiapkan dalam tas pinggang Lapa. Dibungkusnya beberapa benda tersebut dengan kain merah. Dari mulut Lapa meluncur mantra-mantra rahasia. Kemudian kain mereah tersebut diikatkan pada pangkal paha dan lengan Yance. Sebagai jimat pamungkas, Lapa juga mengikatkan bungkusan kain merah pada pinggang Yance.

“Isinya benda-benda keramat yang telah kami lakukan ritual. Jimat ini mampu menangkal opo yang usil yang kerap merasuki manusia. Jimat itu juga bisa dipakai sebagai penangkal bencana. Bahkan saat perang dulu, jimat ini mampu membuat orang kebal peluru dan tentu saja senjata tajam,” terang Lapa.

Para tonaas memang sanggup  juga memanggil roh keluarga  yang sudah meninggal dan si pakampetan atau yang kesurupan akan berperilaku dan suara yang sama dengan yang dipanggil. Namun tonaas yang berilmu tinggi kini juga sudah langka. Sekarang banyak orang menyalahgunakan kepercayaan orang untuk mengeruk keuntungan. Tapi black magic karena opo-op masih terus ada sampai sekarang. IC/VI/AND/16

Komentar Untuk Misteri Pakampetan, Kisah Warga Minahasa Kerasukan Opo-opo