SOURCE : SERIOUSEAT

Dagingnya yang halus dan manis dapat dengan cepat menjadi menu favorit berbagai kalangan. Nyatanya, selain nikmat, daging dan organ tubuh kelinci juga bermanfaat dalam memerangi berbagai penyakit.

Kelinci adalah hewan mamalia yang sangat popular dan  dapat ditemukan di banyak bagian bumi. Dulunya, hewan ini adalah hewan liar yang hidup di Afrika hingga ke daratan Eropa. Pada perkembangannya, sekitar 1912, kelinci diklasifikasikan dalam ordo Lagomorpha. Kelinci  dibedakan dalam  dua famili,   Ochtonidae  dan Leporidae (termasuk di dalamnya jenis kelinci dan terwelu).

Menurut sejarahnya nama kecil ini berasalah dari Bahasa Belanda yakni konijntje yang artinya kurang lebih  “anak kelinci”. Ini artinya, masyarakat Indonesia sudah kenal dan familiar dengan hewan ini sejak zaman kolonial. Kelinci merupakan binatang yang banyak dipelihara dan digemari orang, mulai dari anak-anak sampai orang tua. Binatang pemakan wortel ini banyak sekali jenisnya.  

Konsumsi daging kelinci di Indonesia masih terbilang rendah. Hal ini dapat dilihat dari penjualan aneka olahan kuliner daging hewan cantik ini yang biasanya hanya terdapat di tempat-tempat wisata pada dataran tinggi. Jarang sekali terlihat penjual atau rumah makan dengan menu daging kelinci ini disekitar lingkungan kita. Selain untuk konsumsi, belakangan ini kelinci juga menjadi komoditi hewan hias.

Ternyata daging kelinci  diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Menurut penelitian mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang.  Daging kelinci mengandung  ketotifen yang dapat jadi alternatif bagi penderita asma. Senyawa molekul yang terdapat dalam daging ini terbukti efektif untuk menyembuhkan penyakit asma atau sesak nafas akibat alergi. dan zat-zat lain seperti asam lemak omega tiga dan omega sembilan yang bisa menyembuhkan penyakit asma.

Secara teknis, daging kelinci itu mampu menstabilkan membran sel mastosit. Asma, itu terjadi karena alergi. Tak hyanya itu, daging kelinci dapat   merangsang terbentuknya antibodi di dalam tubuh. Organ yang  paling mujarab itu  terletak pada hati dan jantung kelinci. Untuk mempertahankan kadar gizi dan kandungan ketotifen ini, paling baik dimasak hanya dengan merebusnya saja. Disarankan mengolah daging kelinci  tidak dengan api besar yang akan membuat daging terolah dalam panas yang tinggi.  Memasaknya jangan sampai melebihi 150 derajat celcius agar kitotefin dalam daging  itu tetap baik.

Daging kelinci yang rasanya gurih dan manis itu pun belakangan diolah menjadi berbagai jenis masakan. Jika dulu, daging kelinci kebanyakan diolah menjadi sate, kini jenis kuliner berbahan daging kelinci menjadi lebih beragam.  Mulai dari masakan tradisional macam rawon dan gulai hingga menu-menu manca negara. Keunggulan daging kelinci dibandingkan dengan aneka jenis daging lainnya adalah kandungan proteinnya yang sangat tinggi. Kandungan ini jelas jauh meninggalkan daging ayam, sapi, atau domba sekalipun. Meski tinggi protein, daging kelinci memiliki lemak dan kolesterolnya jauh lebih rendah dibandingkan daging jenis lainnya. Tak heran, peminat daging kelinci terus meningkat, padahal pasokannya sangat minim.

Meski masih minim penelitian, masyarakat sangat percaya jika organ-organ khas pada kelinci, misal kepala, empedu, hati dan penis adalah pengobat handal yang mampu memberikan manfaat kesehatan bagi manusia.  Kepala kelinci yang di dalamnya ada otak, misalnya, bisa menambah kesuburan wanita. Hati kelinci untuk mengobati penyakit asma. Dagingnya yang dikenal punya protein tinggi dan kolesterol rendah juga baik untuk kesehatan. Sedang penis serta testis hewan bisa menambah keperkasaan kaum pria. IC/AND/XI/017

 

Ingin tahu info-info tentang sejarah Indonesia, indonesia culture dan beragam budaya yang ada di negara ini. ayo kunjungi saja www.indonesiancultures.com disini kamu akan belajar banyak tentang budaya, adat yang pernah ataupun terjadi di Indonesia

Komentar Untuk Daging kelinci Meredam Asma, Akhiri Kemandulan & Lemah Syahwat