• Post author:
  • Post comments:0 Comments
  • Post category:Legenda / Situs
  • Post last modified:18 April 2022
  • Reading time:5 mins read

Bak bejana berhubungan, konon sumber air Ranu Grati terhubung langsung dengan Sumber Banyu biru. Jika permukaan air Banyu biru turun, makan permukaan air Ranu Grati akan meninggi, demikian sebaliknya.

Lelaki paruh baya itu  duduk tepekur dibibir danau. Jaket kulit imitasinya dibuka hingga separuh dada. Panas terik itu benar-benar membuatnya kegerahan. Namun lelaki berbadan kecil ini nampak berusaha menahan dan mencari lokasi yang dipayungi pepohonan. Saat didekati, lelaki itu mengaku bernama Ratmin, dan berusia 62.

“Maaf saya harus berdoa dulu ya,” ujarnya meminta ijin. Sambil berpindah menjauh Cukup lama lelaki itu komat-kamit melafalkan doa. Tak terasa sudah 15 menit Ratmin selesai berdoa.

Ranu Grati

“Setiap tahun saya selalu kemari untuk mengenang peristiwa sedih yang menimpa saya dan adik. Peristiwa itu terjadi sekitar 20 tahun lalu. Ketika itu saya dan adik tengah memancing menggunakan perahu sewa. Waktu hari menjelang senja, tiba-tiba tanpa sebab yang jelas perahu yang kami pakai terbalik. Saya berhasil diselamatkan setelah magrib, sementara adik saya hilang dan sampai sekarang jasadnya tidak ditemukan,” kata lelaki dua anak ini dengan raut wajah sedih.

Karena minimnya peralatan pencarian, lanjut Ratmin akhirnya dilanjutkan esok harinya. Namun hingga kembali menjelang senja adik saya masih tetap belum ditemukan. Akhirnya pencarian itu dihentikan dan keluarga sudah mengikhlaskan kepergiannya.

“Kalau saja saya mendengarkan saran seorang bapak tua tentu kejadian itu tidak akan terjadi. Memang sebelum saya naik perahu itu ada seorang bapak yang melarang saya pergi. Lelaki berkulit bersih dan postur kecil memperingatkan saya akan ada bahaya. Dia seperti bukan warga sekitar danau sebab, bentuk dan penampilannya jauh berbeda. Tapi saya dan adik tak menggubrisnya. Akhirnya peristiwa  mengerikan itu terjadi  Sejak kejadian itu kini saya tidak berani lagi naik perahu di danau ini. Kini saya lebih memilih untuk memancing dari pinggir danau,” paparnya.

Ranu Grati adalah danau alam dengan luas 197 Hektar. Lokasi memang mudah dijangkau dari jalan poros Surabaya Banyuwangi. Meski sudah ada sejak zaman dahulu kala namun, secara resmi Pemerintah Kabupaten   Pasuruan baru meresmikan lokasi Danau Grati ini sebagai obyek wisata  baru pada sekitar tahun 2000an.

Ranu Grati

Legenda Ranu Grati

Ranu Grati berada di Desa Ranuklindungan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, sekitar 20  kilometer dari pusat kota Pasuruan. Pemandangan Ranu ini sangat indah. Hamparan air yang berwarna biru dengan batas Gunung Penanjakan di sisi selatan. Gulungan awan putih kerap menutup pucuk gunung setinggi 2.775 meter dari permukaan laut ini. Siang itu pengunjung memang tidak banyak, hanya beberapa pemancing yang dengan sabar menunggu jorannya bergerak  disambar ikan.

Tiket ranu ini terbilang murah.“Biasanya pemancing akan melimpah pada bulan Juli hingga Agustus, karena saat itu memang musim panen ikan,” ujar Sayuti, staf pengelola Ranu Grati.  Dan salah satu kelebihan Ranu Grati adalah beragamnya jenis ikan yang tersedia. Mulai mujair, gurami, nila, bandeng, patin, serta lempuk, sejenis ikan teri air tawar khas Ranu Grati. Budidaya ikan air tawar juga dilakukan dengan sistem keramba, yang berbentuk petak-petak bagai tambak buatan dan mengapung di tengah danau. Pemiliknya warga setempat.

Ada legenda menarik dari Ranu Grati. Konon menurut hikayat masyarakat, Desa Ranuklindungan, adalah bekas Kademangan Klindungan, dulu makmur berkat kesuburan alamnya. Begawan Nyampo, seorang yang sakti dan arif pernah hidup di sana. Suatu saat begawan ini kedatangan Endang Sukarni seorang putri dari Keraton Mataram yang sedang minggat.

Kecantikan putri itu menarik hati Begawan Nyampo. Diberinya Endang, sebilah pisau keramat yang pantang di pangku. Namun karena teledor, Endang melanggar pantangan tersebut hingga ia hamil. Kemalangan Endang tak berhenti sampai disitu. Ketika sang anak itu terlahir, kondisi tubuhnya dipenuhi sisik, berekor dan mirip ular atau naga.  Oleh Endang, anak tersebut dinamai   Baru Klinthing. Akibat kejadian itu Begawan dan Endang sangat malu.

legenda ranu grati

Hilang Tak Berbekas

Rencananya, Baru Klinthing yang mulai tubuh akan diasingkan, kecuali sang anak mampu melewati dua ujian. Klinthing sanggup melewati semua ujian itu. Tapi karena ketidaktahuan warga desa Klinthing tewas dibantai penduduk saat bertapa. Tubuhnya dicacah menjadi 40 potongan dan dijadikan santapan. Tempat pembantaian itu kini bernama Desa Mblereh. Tempat pembersihan sisik atau kresek sekarang dinamai Desa Kresek. Tempat pemotongan tubuhnya kini jadi Desa Petangpuluh. Sedangkan tempat pembakaran daging Klinthing atau tunu diberi nama Desa Grati Tunon.

Muncul penyesalan Endang Sukarni saat mengetahui anaknya tak berumur panjang. Bantuan yang ia harapkan dari penduduk tak ia dapatkan. Karena kesal, Endang menantang seluruh penduduk untuk mencabut lidi yang ia tancapkan. Karena semua penduduk gagal, lidi itu akhirnya dicabut sendiri oleh Endang hingga air keluar dan menggenangi daerah tersebut hingga menjadi ranu seperti sekarang ini.

Sampai sekarang penduduk percaya bahwa Ranu Grati ini memiliki sebuah sumber mata air yang besar mirip corong air. Konon sumber itu terhubung langsung dengan sumber Banyu biru. Bak bejana berhubungan, masyarakat percaya jika permukaan air Banyu biru turun, makan permukaan air Ranu Grati akan meninggi, demikian sebaliknnya.

“Itu cerita dari orang tua. Tapi yang saya buktikan langsung terjadi pada 1980an. Ketika itu ada pasukan marinir yang latihan di disini dan mengalami kecelakaan, tank amphibi berikut penumpangnnya hilang tak pernah ditemukan hingga sekarang. Bahkan ketika itu didatangkan tim dari Jepang untuk membantu melakukan pencarian, tapi tidak ada hasil sampai sekarang. Konon tank tersebut tersedot hingga ke terowongan dasar danau,” beber Mat Romli, seorang pemilik warung makan disekitar areal danau. IC/VII/AND/15

Komentar Untuk Ranu Grati, Gawatnya Kutukan Endang Sukarni