• Post author:
  • Post comments:0 Comments
  • Post category:News
  • Post last modified:5 Juli 2022
  • Reading time:3 mins read

Source : kintamani.id

Anehnya meski hanya digeletakkan, mayat itu tak mengeluarkan bau busuk. Konon bau itu diserap secara misterius oleh pohon ajaib milik desa tersebut.

<<<<<<<<<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>>>>>>

Mungkin tidak tempat lain seunik  Desa Trunyan di Bali. Desa ini memiliki keunikan budaya dan alam yang tidak dijumpai di tempat manapun di Indonesia. Tradisi pemakaman di desa ini sungguh sangat berbeda, bahkan dengan dengan adat Bali pada umumnya. 

Keunikan khas  desa kuna di tepi Danau Batur adalah pada  adat upacara kematian Trunyan yang masih dijaga hingga saat ini.  Jika di Bali umumnya setelah orang meninggal dunia maka jasadnya akan di aben atau dibakar, maka di desa ini tradisi kematiannya memberikan pilihan yang lebih banyak lagi. 

Source : baligateaway

Sebagaimana masyarakat Bali umumnya, warga Desa Trunyan juga mengenal ngaben, bedanya  di desa Truyan  mayatnya tidak dibakar. Masyarakat Trunyan hanya meletakkan begitu saja jasad atau jenazah keluarga mereka yang wafat di areal hutan desa.  Namun anehnya, mayat atau jasad-jasad  itu tidak   mengeluarkan bau busuk yang menyengat. Bahkan bisa dikatakan seperti tidak terjadi pembusukan pada jenazah walau diletakkan selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

Bagi warga Adat Trunyan, desa mengatur tata cara tersendiri dalam memperlakukan atau  menguburkan mayat. Desa Truyan memiliki tiga kuburan atau sema yang diperuntukan bagi tiga jenis kematian yang berbeda. Jika kematian itu adalah kematian wajar atau alamiahmaka mayatnya akan ditutupi kain putih, diupacarai, kemudian diletakkan tanpa dikubur di bawah pohon taru menyan  besar di sebuah lokasi bernama Sema Wayah. 

Source : berkabar

Pertanyaan besarnya, mengapa mayat yang menggeletak begitu saja di sema itu tidak menimbulkan bau? Padahal seharusnya secara alamiah, penguraian atas mayat-mayat tersebut akan memunculkan bau. Banyak yang berpendapat jika bau busuk mayat tersebut direduksi oleh pohon taru menyan.  Bahkan, konon kabarnya   nama Desa Trunyan ini berasal dri pohon kemenyan yang memiliki posisi vital di desa kuna tersebut.

Tidak ada orang yang mengetahui sejak kapan pohon ini ada, besar kemungkinan pohon ini sudah ada sejak manusia belum mendiami kawasan tersebut.  Bahkan, ada   sumber yang menyebutkan kalau taru menyan merupakan pohon tua berusia 1.000 tahun lebih. Keunikan dan kemisteriusan lain adalah adanya  bau wangi yang muncul dari pohon ini. 

Masyarakat Desa Trunyan memercayai bahwa pohon ini adalah pohon tertua yang ada di Pulau Bali. Tak hanya itu, pohon ini juga dipercaya mampu mengambil nutrisi dari mayat yang diletakkan di bawahnya. Beberapa orang pernah mencoba mengambil bibit dan menamanya di luar desa ini, namun sampai saat ini semua usaha itu sia-sia dan tak membuahkan hasil. IC/VIII/AND/05

 

Ingin tahu info-info tentang sejarah Indonesia, indonesia culture dan beragam budaya yang ada di negara ini. ayo kunjungi saja www.indonesiancultures.com disini kamu akan belajar banyak tentang budaya, adat yang pernah ataupun terjadi di Indonesia

Komentar Untuk indonesia culture, indonesian culture, budaya indonesia, adat indonesia