• Post author:
  • Post comments:0 Comments
  • Post category:Ragam
  • Post last modified:28 Desember 2021
  • Reading time:3 mins read

Kedatangan Vasco da Gama di Malabar India, merusak mitos ribuan tahun yang dipertahankan oleh pedagang Arab. Sejak saat itu, orang Eropa mendapatkan rempah langsung dari sumbernya tanpa perantara.

*********

Hampir selama 2.500 tahun, para pedagang Arab bercerita tentang burung kayu manis yang ganas. Burung ini besar sekali atau kayu manis. Burung besar ini membuat sarangnya dari batang kayu manis yang lembut. Untuk lebih meyakinkan kisah tersebut, para pedagang Arab itu juga membumbui dengan unsur-unsur menakutkan.

Menurut pedagang Arab, Salah satu cara untuk mendapatkan kayu manis adalah dengan memancing burung besar tersebut dengan memberi pancingan dengan potongan besar daging. Konon, terpancing aroma darah dan daging, burung besar itu akan terbang dan turun dari sarangnya untuk mengambil daging dan kembali terbang ke sarang.

Source: thespruce

Dengan meyakinkan, pedagang Arab itu menjelaskan, saat turun naik dari sarang itu, sarang burung dari kulit kayu manis itu akan rontok dan berjatuhan. Kesempatan ini dimanfaatkan untuk mengumpulkan carang-carang dan kulit kayu manis yang telah kering dan jatuh tersebut. Dengan tekun semua rontokan kayu manis itu dikumpulkan hingga berhari-hari dan kemudian dijual ke pasar.

Mitos ini bertahan hingga ribuan tahun, dari zaman sebelum masehi hingga abad pertengahan, Orang Yunani, Romawi bahkan orang Eropa percaya begitu saja. Sama sekali tidak ada usaha untuk mencari kebenaran atas kisah para pedagang Arab tersebut. saking percayanya, orang-orang Eropa, Yunani dan Romawi itu mau saja membeli dengan harga mahal kayu manis yang mereka butuhkan.

Source: newsbreakers

Belakangan terungkap, kisah kengerian proses pencarian kulit kayu manis memang punya tujuan besar. Pedagang Arab sengaja membual tentang burung pemakan daging tersebut, tapi perihal kayu manis, memang benar adanya. Hanya saja komoditas kayu manis itu mereka dapatkan dari membeli pada para petani di Asia. Mitos itu terbukti efektif menakuti para pesaing pedagang Arab.

Tetapi permintaan dunia akan rempah-rempah terus tumbuh sepanjang era Romawi dan memasuki periode abad pertengahan. Tuntutan ini memunculkan beberapa jalur perdagangan internasional pertama yang sesungguhnya dan membentuk struktur ekonomi dunia dengan cara yang masih dapat dirasakan hingga saat ini. Mereka yang menguasai rempah-rempah bisa mengalihkan aliran kekayaan.

Source: healthline

Namun rahasia atau lebih tepatnya kebohongan asal usul kayu manis tak bisa disimpan terlalu lama. Pada 1498, penjelajah Portugis Vasco da Gama melakukan pelayaran laut pertama dari Eropa ke India, melalui ujung paling selatan Afrika. Misi ini didorong oleh keinginan untuk menemukan rute langsung ke tempat-tempat di mana rempah-rempah berlimpah dan murah, tanpa perantara.

Kedatangan Da Gama di Pantai Malabar India, jantung perdagangan rempah-rempah, menandai dimulainya perdagangan langsung antara Eropa dan Asia Tenggara. Momentum ini menjadi pukulan berat bagi para pedagang Arab. Selain kerugian finansial mereka, orang Eropa jadi tak percaya lagi dengan orang Arab.

Komentar Untuk Kayu Manis, Saat Pedagang Arab Kibuli Eropa Hingga Berabad-Abad