• Post author:
  • Post comments:0 Comments
  • Post category:Situs
  • Post last modified:28 Juni 2022
  • Reading time:3 mins read

Awalnya hanya ingin membangun loji, namun karena terus mendapat serangan dari Kerajaan Hitu, Belanda memodifikasi bangunan ini menjadi benteng pertahanan.

****************

Benteng Amsterdam pertama kali dibangun oleh Portugis pada 1512. Gubenur Jendral Fransisco Serrao merancangnya sebagai Loji perdagangan.  Benteng ini sangat penting bagi Portugis karena pada masa itu, Teluk Ambon adalah jalur keluar-masuk kapal-kapal dagang di Maluku.

Namun setelah Belanda berhasil mengusir Portugis, loji itu diambil alih dan ditingkatkan menjadi loji sekaligus benteng pertahanan.

Langkah ini diambil sebagai upaya untuk membendung serangan yang bertubi-tubi dari kerajaan Hitu. Gubernur Jenderal Belanda Jaan Ottens rupanya merasa kerepotan oleh serbuan anak buah Kapitan Kakialy, antara 1633-1654. GubJen Gerrad Demmer, Anthony Caan dan diselesaikan oleh Arnold de Vlaming dan dinamakan Benteng Amsterdam.

Karena konstruksi dasarnya adalah rumah atau loji, maka orang Belanda awalnya menyebut bangunan ini sebagai Blok Huis. Terdiri 3 lantai, lantai pertama berbatu merah, lantai dua dan tiga terbuat dari kayu besi.

Di puncak bangunan ada menara pengawas yang dibuat menyatu dengan atap bangunan. Lantai satu juga difungsikan sebagai barak tentara. Naik ke lantai dua, dipakai sebagai tempat pertemuan para perwira.

Sebenarnya benteng ini sudah ditinggalkan sejak 1900an. Setelah itu benteng rusak berat dan mulai ditumbuhi pohon-pohon liar. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Wilayah Maluku, melakukan pemugaran pada 1991.

Proses pemugaran ini dapat berlangsung cepat dan presisi karena tersedianya buku panduan yang berisi gambar dalam buku Beschreiving van Amboinan yang berisi uraian hal ikwal pulau Ambon karya Francois Valantyn pada 1772.

Denah Benteng Amsterdam

Jika dilihat dari atas, maka Benteng Amsterdam terlihat berbentuk seperti kura-kura yang sedang merangkak. Terdapat dua menara pengawas atau bastion, masing-masing mengarah ke arah utara-timur dan selatan-barat.

Dan diantara menara pengawas ada jalur penghubung atau rampat berada pada daerah Utara ke Barat mengarah ke arah pantai. Saat ini Benteng Amsterdam terletak di Kecamatan Hila, sekitar 42 km dari pusat Kota Ambon. Tempat ini bisa dicapai dalam satu jam perjalanan dengan mobil dari Ambon selama sekitar satu jam. IC/III/AND.

 

Ingin tahu info-info tentang sejarah Indonesia, indonesia culture dan beragam budaya yang ada di negara ini. ayo kunjungi saja www.indonesiancultures.com disini kamu akan belajar banyak tentang budaya, adat yang pernah ataupun terjadi di Indonesia

Komentar Untuk indonesia culture, indonesian culture, budaya indonesia, adat indonesia