• Post author:
  • Post comments:0 Comments
  • Post category:Situs
  • Post last modified:28 Desember 2021
  • Reading time:4 mins read

Letak Makassar yang strategis, menjadikannya penghubung antara dua kutub ekonomi Asia Tenggara, yakni antara Maluku sebagai penghasil rempah dan Malaka bandar dagang di barat.

**********

Source: ukss

Fort Rotterdam adalah sebuah benteng bersejarah di Makassar, Sulawesi Selatan. Benteng Fort Rotterdam dikenal juga dengan nama Benteng Ujung Pandang.

Karena bentuknya yang seperti penyu sehingga benteng ini kerap disebut Benteng Penyu dengan filosofi agar kerajaan Gowa dapat terus berjaya di daratan maupun di lautan. Benteng ini dibangun oleh Raja Gowa sebagai benteng pertahanan dari kekuasaan VOC di wilayah timur Nusantara pada 1545.

Raja Gowa membangun banyak benteng, salah satunya Benteng Ujung Pandang merupakan yang termegah untuk melindungi pusat pertahanan di Somba Opu. Namun setelah Belanda berhasil menaklukkan kerajaan Gowa, semua benteng-benteng yang ada dihancurkan kecuali Somba Opu dan Benteng Ujung Pandang.

Source: wiki

VOC berhasil memaksa Gowa menandatangani perjanjian Bongaya 1667 dengan merobohkan semua benteng kecuali Benteng Ujung Pandang. Benteng yang hancur, kembali dibangun oleh Cornelis Speelman dengan gaya arsitektur Belanda sehingga bentengpun diubah namanya menjadi Fort Rotterdam. Nama Rotterdam dipilih Speelman untuk mengenang daerah kelahirannya.

Dengan perjanjian Bongaya Sultan Hasanuddin dipaksa mengakui kekuasan Belanda (VOC) di Makasar. Ada enam isi utama perjanjian ini diantaranya : Pihak Makasar harus mengakui monopoli VOC.

Wilayah Makasar dipersempit tinggal hanya Gowa saja. Makasar harus membayar ganti rugi. Gowa tertutup untuk orang asing kecuali Belanda (VOC). Pengakuan Aru Palaka sebagai Raja Bone Gowa, dan penyerahan benteng Ujungpandang pada Belanda.

Source: travelspromo

Fort Rotterdam menjadi satu-satunya benteng yang dibangun di Makassar pada abad 17-18 dan menjadi simbol hegemoni VOC di wilayah Sulawesi Selatan. Benteng Rotterdam difungsikan sebagai markas komando pertahanan, kantor perdagangan, kediaman pejabat tinggi, dan pusat pemerintahan di wilayah timur Nusantara. Bahkan di sekitar benteng tumbuh permukiman penduduk.

Benteng Fort Rotterdam memiliki luas sekira 3 hektar. Ada lima bastion atau pos penjagaan, di setiap sudut benteng: Bone, Bacan, Buton, Mandarasyah, dan Amboina.

Tiap bastion dihubungkan dengan dinding benteng, kecuali bagian selatan. Untuk naik ke bastion terdapat terap dari susunan batu padas hitam dan batu bata. Bastion memiliki celah yang berfungsi sebagai tempat mengintai atau menembak.

Source: net  

Karena kondisi keamanan yang terjaga dengan adanya benteng ini, lambat laun perdagangan menjadi berkembang. Belanda semakin merajalela menguasai rempah Indonesia bagian timur. Bagian-bagian dan ruangan-ruangan dalam benteng yang awalnya untuk peperangan dialih fungsikan menjadi kantor serta gudang penyimpanan rempah.

Makassar juga titik strategis yang menjadikannya satu penghubung antara dua kutub ekonomi Asia Tenggara, yakni antara Maluku sebagai produsen dan Malaka sebagai pusat dagang utama di barat nusantara.

Makassar tumbuh menjadi kota pelabuhan internasional karena begitu banyak negara asing yang akhirnya ikut membangun loji dan komoditas dagang mereka di Makasar. Setidaknya terdapat beberapa bangsa asing dari Melayu, Portugis, Belanda, Inggris, Spanyol, Denmark, Cina, dan India. IC.

Komentar Untuk Fort Rotterdam, Bandar Perdagangan Rempah Internasional Indonesia Timur