• Post author:
  • Post comments:0 Comments
  • Post category:Legenda / Situs
  • Post last modified:28 Juni 2022
  • Reading time:5 mins read

Selain makam Syech Maulana Magribhi ada banyak situs-situs keramat lain. Tidak mengherankan jika kawasan religi Ujungnegoro ini tak pernah sepi dari peziarah.

Perbukitan itu menjorok hingga mencapai pantai.  Hajaran dan terjangan ombak Laut Jawa berkali-kali mengempas karang batu setinggi sekitar 17 meter.  Itulah penggambaran dari Tanjung yang oleh masyarakat dinamai Ujungnegoro.

Terletak sekitar 14 kilometer kearah timur pusat Kota Batang.  Konon ketinggian bukit yang mencapai belasan meter di atas permukaan air laut menjadikan pantai ini istimewa karena tak ada satupun wilayah pantai di Jawa Tengah yang punya karakteristik seperti ini.

Sebuah bangunan nampak anggun dipuncak bukit saat dilihat dari bibir pantai. Itulah keindahan dan eksotika Pantai Ujungnegoro, yang masuk dalam kawasan Alas Roban, Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang. Pantainya berbentuk teluk yang datar dan luas.

Tak hanya elok, Pantai Ujungnegoro punya sisi religius yang tak bisa dipisahkan dari sosok Syeh Maulana Magribi tokoh penyebar Islam di kawasan Pantura. Banguan dipuncak bukit itu di dalamnya terdapat cungkup sederhana  makam Maulana Magribi.

Syekh Maulana Maghribi Ujungnegoro Batang
source : wisnu

Batas Wilayah Ujungnegoro Batang

Menilik dari penamaan wilayah, dahulunya Ujungnegoro merupakan daerah pantai yang tak  dirambah  oleh manusia. Bentuknya yang menjorok ke Laut Jawa seperti batas akhir dari sebuah Negara. Kawasan ini mulai dijamah peradaban ketika Kerajaan Mataram Islam mulai berkuasa. Ujungnegoro adalah tapal batas atau daerah terluar dari Mataram.

Bukan itu saja seorang tokoh yang sangat berjasa membuka dan menyebarkan agama Islam mulai mendiami wilayah pesisir tersebut. Sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasa besarnya itu, tidak berlebihan jika masyarakat kemudian memberikan gelar Waliullah pada Syeh Maulana Maghribi.

“Biasanya menjelang malam Jumat peziarah membludak. Tak sedikit juga yang bermalam untuk tirakatan di sini. Itulah sebabnya komplek makam ini dilengkapai dengan musala, bangunan untuk beristirahat bagi peziarah yang ingin bermalam disini,” jelas Kasum, (65) kuncen makam Syeh Maulana Magribi.

Menurut Kasum, peziarah akan membludak pada tanggal 15 Sapar dalam penanggalan Jawa. Karena pada hari itu digelar khol dengan upacara selamatan untuk mengenang jasa Syech Maulana Maghribi. “Saat 15 Sapar, parkiran penuh oleh bus-bus mulai dari Lampung, Cirebon hingga Surabaya. Belum lagi peziarah lokal dari Pekalongan, Batang dan sekitarnya.

Ujungnegoro Batang
source : wisnu

“Soal maksud dan keinginan yang dipanjat dalam doa masing-masing peziarah juga bermacam-macam. Mulai dari kesehatan, rejeki melimpah, ingin punya anak, masalah jabatan hingga masalah jodoh. Siapa saja bebas datang,” papar Kasum.

Namun, lanjut Kasum, bila hendak masuk ke cungkup utama tempat makam Syeh Maulana Maghribi, peziarah harus bersuci. “Ada banyak kejadian aneh saat peziarah tidak melakukan ini. Dan itulah tugas saya untuk mengingatkan peziarah,” ucapnya  tanpa menyebutkan peristiwa yang dimaksudkannya.

Saat peziarah masuk ke makam utama, terdapat hamparan karpet berwarna biru yang mengitari seluruh makam. Makam itu sendiri terlindungi oleh kelambu atau luwur dengan kain berwana putih. Cungkup makam terlindungi oleh jeruji kayu yang memagar rapat makam. Terdapat dua celah atau jendela kecil sebagai sarana penerang alami.

Serombongan peziarah   nampak bersimpuh khusyuk di sisi kanan makam.  Usai bermunajat mereka beristirahat dipelataran luar makam. “ Kami memanjatkan doa agar anak kami yang saat ini sedang bekerja di Malaysia selalu sehat dan selamat selama ada disana,” jujur Marto lelaki paruh baya itu.

ujungnegoro
source : wisnu

Situs Keramat Sumur dan Gua Ujungnegoro

Di Ujungnegoro selain terdapat makam Syech Maulana Maghribi ada juga situs keramat lainnya.  Diantaranya, Gua Semdi, Gua Aswatama dan Sumur Wasi. Sayang tak banyak orang mengetahui tempatnya. Karena selain berada di kaki bukit, gua yang biasa dipakai untuk bersemedi oleh Syeh Maulana itu sering terendam air saat laut pasang.

Sedang di sebelah barat pantai terdapat sumur wasiat yang konon juga dibuat ulama sakti ini  untuk menyucikan diri. Oleh masyarakat, sumur tersebut disebut sumur wasi, diambil dari kata wasiat karena konon dapat mengobati berbagai penyakit. Anehnya, meski terletak di pantai, air sumur itu tidak asin, bahkan kesegarannya bak air pegunungan.

Sepintas kalau diamati dari pinggir laut, bukit Ujungnegoro tampak seperti benteng kukuh yang dilindungi pepohonan, sehingga kelihatan menghijau dikelilingi air laut. Di bawahnya terdapat bongkahan-bongkahan batu karang. Di bawah perbukitan itulah terdapat gua yang konon pada zaman dulu dijadikan tempat bertapa Aswatama, putra Pendeta Durna, cerita dalam pewayangan.

Konon di sela-sela tebing bukit kecil setinggi 20 meteran terdapat banyak goa-goa untuk meditasi ritual. Salah satunya yaitu Goa Aswotomo. Lorongnya konon menembus ratusan kilometer sampai ke Lereng Dieng, Kabupaten Wonosobo. Di Kawasan Pantai UjungNegoro, banyak terdapat warung kecil yang menyediakan menu khas Sego Megono dengan lauk gimbal rRebon khas Ujungnegoro. Sebagai buah tangan, para pengunjung bisa membeli terasi yang dikenal sedap itu. IC/VI/AND/29

 

Ingin tahu info-info tentang sejarah Indonesia, indonesia culture dan beragam budaya yang ada di negara ini. ayo kunjungi saja www.indonesiancultures.com disini kamu akan belajar banyak tentang budaya, adat yang pernah ataupun terjadi di Indonesia

Komentar Untuk indonesia culture, indonesian culture, budaya indonesia, adat indonesia