• Post author:
  • Post comments:0 Comments
  • Post category:Historica
  • Post last modified:29 Juni 2022
  • Reading time:2 mins read

Setelah menerima secupak lada, Sultan Selim II menghadiahkan sebuah meriam sebagai balasan lada secupak yang ia terima.

***************

Gaya kepemimpinan Sultan ketiga dari Kerajaan Aceh Darussalam memang out of the box. Sultan Ali Mughayat Syah Al-Qhahar melakukan langkah fenomenal dizamannya dengan menjalani hubungan bilateral dengan Sultan Suleiman I, Khalifah Turki Ustmani atau Ottoman.

Ia mengirim utusan pada 7 Januari 1565, dengan membawa banyak barang hadiah dan komoditas berharga asal Aceh. Setelah berbulan-bulan dalam perjalanan, utusan itu tiba di Istambul saat Sultan Suleiman sedang memimpin pasukannya dalam sebuah peperangan melawan Hungaria di Szigetwar, kawasan Eropa Timur.

Ottoman tak main-main dengan Aceh, bantuan militer diberikan secara lengkap, Source: turkinesia

Para utusan ternyata harus menunggu lebih lama, karena sepulang perang, sultan justru sakit keras. Penantian itu kian lama, Turki berkabung karena Sultan Sulaiman mangkat. Karena harus menghidupi diri sendiri selama di Konstantinopel, sedikit demi sedikit hadiah untuk sultan itu dijual untuk biaya hidup.

Ketika Sultan Selim II, putra Sultan Suleiman I, naik tahta, utusan Aceh mendapatkan kesempatan berkunjung ke Istana. Lebih dari dua tahun setelah kedatangan mereka di Turki. Karena itu, hadiah yang tersisa hanya secupak atau segenggam lada. Namun lada itu tetap mereka persembahkan pada sultan.

Meriam Besar Aceh di Museum Bronbeek ARnhem negeri Belanda, Source: turkinisia

Mendapat hadiah itu sultan sangat senang. Sultan Selim II bahkan berjanji akan membantu militer Aceh. Sebagai bukti keseriusan itu, Sultan Selim II menghadiahkan sebuah meriam sebagai balasan lada secupak yang ia terima. Konon Turki tidak meminta Aceh menyetor upeti seperti lazimnya hubungan antara kerajaan besar dengan kerajaan bawahannya. Banyak pertimbangan politiknya. Hibah bantuan alat dan pelatihan militer sebagai tanda penghormatan Turki pada kedaulatan Aceh Darusalam. IC/AND.

 

Ingin tahu info-info tentang sejarah Indonesia, indonesia culture dan beragam budaya yang ada di negara ini. ayo kunjungi saja www.indonesiancultures.com disini kamu akan belajar banyak tentang budaya, adat yang pernah ataupun terjadi di Indonesia

Komentar Untuk indonesia culture, indonesian culture, budaya indonesia, adat indonesia