• Post author:
  • Post comments:0 Comments
  • Post category:Mistis
  • Post last modified:31 Desember 2021
  • Reading time:4 mins read

ritual panibas

Ritual Panibas dengan beragam perlengkapan. Upacara mistis Panibas sudah harus siap sebelum sore hari. Puluhan benda pesembahan diyakini mampu meredam aksi jahil hantu.

<<<<<<<<<<********>>>>>>>>>>

Dua orang siswi sekolah dasar itu terlihat berkali-kali mengejang. Matanya membelalak, dari mulutnya keluar suara tak jelas kadang juga mendesis. Dua orang guru sekolah berikut teman-teman siswi itu sempat kuwalahan menghadapi lontaran tenaga. Tenaga gadis kecil seperti bertambah berpuluh-puluh kali lipat. Meski dalam kondisi tak sadar namun, gadis itu seperti tengah menuntut sesuatu.
Kegaduhan itu sempat membuat proses belajar mengajar di SDN 08 Desa Nyarumkop, Singkawang terhenti. Para siswa berhamburan ingin melihat keadaan teman mereka yang mendadak tak sadar karena kesurupan. Sementara sebagian lagi hanya mampu menangis sejadi-jadinya karena bingung melihat kondisi teman mereka.

Rupanya dua orang siswi ini sudah tiga hari ini menunjukkan gejala kesurupan. Seorang dari mereka bahkan sudah berhari-hari ini gelisah karena menurutnya melihat sosok mengerikan di belakang sekolah. “Sosok itu wujudnya wanita berambut panjang. Sebentar telihat di halaman sekolah, tapi bisa cepat berpindah ke halaman belakang. Tapi yang membuat aku keget setengah mati dan kemudian tak sadarkan diri adalah kemunculannya wanita itu di dalam kelas, persis duduk di samping mejaku,” jujur Titin setelah siuman dan kesurupan. Menurut Titin mahluk menyerupai seorang wanita cantik dengan rambut panjang tidak hanya disekolah terebut dia masih melihat mahluk tersebut namun hingga pulang kerumahnya, sosok wanita itu masih menampakkan diri.

Dalam khazanah budaya Masyarakat Dayak, sosok pengganggu ini adalah bangsa mahluk gaib yang dipercaya mendiami hutan, di pohon-pohon besar, tempat-tempat yang dikeramatkan. keberadan mahluk halus, hantu, jin atau apapun namanya kadang membuat manusia tak nyaman atau bahkan terganggu. Penampakan obyek yang tak diharapkan oleh mata manusia dianggap sebagai bentuk atau wujud yang menakutkan.

 

upacara panibas untuk usir hantu

Ritual Adat Panibas Suku Dayak

Masyarakat Dayak Singkawang atau lebih dikenal sebagai masyarakat Dayak Salako mempunyai suatu Ritual Adat yang dikenal dengan nama Ritual Panibas atau upacara mistis pengusiran setan dan mahluk halus. Ritual tersebut dilakukan di sekitar penampakan mahluk yang dianggap sering menggangu, dan dilaksanakan pada sore hari harus selesai menjelang matahari terbit. Kedua siswi itu langsung diberikan ritual Panibas agar terbebas dari gangguan hantu.

Ritual dipimpin seorang dukun yang dalam bahasa Dayak disebut Panyangohot. Dalam melaksankan upacara pengusiran hantu, Panyangohot akan dibantu beberapa asistennya untuk mempersiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan selama ritual. Panibas membutuhkan banyak syarat. Sedikitnya ada 31 macam bahan kebutuhan ritual. Kemenyan, manyang pinang, tempayan laki lengkap dengan mangkuk, ayam jantan bulu merah baru tumbuh taji, ayam angsa, air tongkor, air balu, air 3 tikungan, bunga 7 macam, daun jengkol, daun petai, dan berbagai macam jenis dedaunan yang disenangi oleh hantu.

Setelah semua kebutuhan dan syarat ritual sudah siap, upacara akan dimulai dibawah arahan Panyangohot. Panibas ini sebenarnya adalah ritual pemanggilan semua roh-roh yang dianggap mendiami tempat-tempat keramat. Pemanggilan ini untuk memberikan peringatan agar jangan lagi menggangu manusia.
Sebagai tanda perjanjian itu para hantu maupun arwah penasaran ini akan diberi makan berupa darah ayam jantan yang sudah dicampur dengan bahan yang sudah dipersiapkan, dengan harapan agar mahluk yang mengganggu tersebut tidak datang kembali dan mengganggu manusia.

Kadang-kadang ritual ini juga berjalan dengan alot, karena bisa jadi para hantu itu menolak dan melakukan perlawan. Jenis gaib yang seperti ini biasanya sudah terlebih dahulu mengikat perjanjian jahat dengan manusia. Karena itulah mahluk gaib ini akan menolak keras bila hidup mereka terusik. Dampaknya, korban kesurupan pasti akan lebih menderita. Sementara Panyangohot terpaksa harus menggelar ritual ini berkali-kali sampai hantunya pergi. IC/V/AND/18

Komentar Untuk Ritual Panibas