Categories: News

Indonesia Bangun Pusat Riset Herbal Kelas Dunia di Sumatera Utara

Indonesia memiliki 30.000 spesies herbal. Tidak berlebihan jika Presiden ingin ada satu pusat riset herbal berkelas dunia.”

Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

***************************
Saat ini Pemerintah Indonesia tengah ancang-ancang mengembangkan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) yang akan diperuntukkan sebagai Taman Sains dan Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2). Kawasan riset dan pengembangan teknologi herbal ini berlokasi di Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi langsung melakukan peninjauan lapangan untuk melihat kondisi dan kesiapan sarana dan prasarana, beberapa waktu yang lalu.

“Saat saat ini, Indonesia memiliki 30.000 spesies herbal. Tidak berlebihan jika Presiden ingin ada satu pusat riset herbal berkelas dunia. Inilah yang saat ini tengah kita kembangkan bersama dengan BPPT, dan 5 Universitas yang dipimpin oleh IT Del,” terang Luhut pada sejumlah media massa.

Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Kemaritiman dan Investasi meninjau kesiapan lahan pengembangan kawasan pusat riset herbal di Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera (Dok. Humas Kemenko Kemaritiman dan Investasi)

Lebih lanjut Luhut mengatakan, melalui pusat herbal nantinya akan dilakukan penelitian pengembangan bibit-bibit hortikultura yang berkualitas tinggi. Kawasan itu akan menjadi pusat bibit herbal dan hortikultura yang hasilnya dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia. Selain itu, pusat bibit ini juga akan mendukung program ketahanan pangan dengan dukungan lahan seluas 2.000 hektar yang akan dibangun di sekitar lokasi tersebut. Salah satunya pada kawasan lumbung pangan (food estate) di Desa Ria-Ria.

Kedepan akan turut dibangun jalan yang dapat mengintegrasikan antara kawasan food estate, kebun raya, serta TSTH2. Pembangunan jalan sudah dimulai pada Maret dan selesai pada Juli 2021. Jalan ini akan menyingkat jarak sehingga memangkas waktu tempuh dari Bandara Silangit ke lokasi menjadi kurang lebih 45 menit.

Pada kawasan tersebut juga akan dibangun fasilitas pendukung TSTH2, laboratorium, taman koleksi, pembenihan dan penelitian, silvopastura, wisata alam, wisata buatan, kantor, mess bagi peneliti, serta guest house.

“Nantinya kita bisa tanam bibit bagus dan unggul disini. Dan kita bisa dengan bangga katakan ini bibit dari Pollung. Untuk itu, diharapkan masyarakat dan pemerintah harus saling bekerja sama, dan yang terpenting bekerja dengan hati,” pungkas Luhut. IC.

 

Ingin tahu info-info tentang sejarah Indonesia, indonesia culture dan beragam budaya yang ada di negara ini. ayo kunjungi saja www.indonesiancultures.com disini kamu akan belajar banyak tentang budaya, adat yang pernah ataupun terjadi di Indonesia

Share