• Post author:
  • Post comments:0 Comments
  • Post category:Historica
  • Post last modified:28 Juni 2022
  • Reading time:2 mins read

Perjalanan Semarang sebagai daerah hunian dan kota yang berkembang modern diperkirakan dimulai menjelang abad ke-8 Masehi. Dari daerah pesisir dan kampung nelayan kecil yang bernama Pragota. Nama ini kemungkinan berubah menjadi Bergota pada masa sekarang ini.

Kawasan muara dan pesisir Pragota ini merupakan bagian dari wilayah kerajaan Mataram kuno.

Ada cerita unik dibalik kota semarang. 15 Januari 1678 jadi momen penting ketika Amangkurat II, Sultan Mataram Kartasura, yang membutuhkan banyak uang menggadaikan Semarang dan kawasan sekitarnya kepada VOC.

Gambar konsep menara pengaman yang diadopsi dari konsep Kota Batavia, source: wiki

Pada 1705, akhirnya Susuhunan Pakubuwono I benar-benar menyerahkan Semarang secara penuh pada VOC. Langkah ini diambil sebagai konsekwensi dan kompensasi dari perjanjian yang telah ia buat dengan VOC.

Terutama karena VOC telah membantunya merebut kembali Keraton Kartasura. Sejak saat itu Semarang resmi kota milik VOC yang seterusnya jadi Pemerintahan Hindia Belanda. Pada saat dikuasai VOC itulah kota di beri benteng sebagai pengaman bila sewaktu-waktu ada serangan dari musuh.

Sebenarnya kota lama Semarang berada di di Kelurahan Bandarharjo, Semarang Utara. Namun, pada perkembangan berikutnya, aktivitas orang-orang Eropa yang tinggal dan lewat Kota Benteng atau yang disebut dengan “De Europeesche Buurt.”

Konsep ini yang menjadi peletak dasar dari pola pembangunan kota-kota di Nusantara yang mengadopsi konsep Eropa atau Belanda.

Peta lama kota benteng, Source: balai arkeologi

Semarang atau disebut Kota Benteng pada masa VOC ini terus meluas dari benteng di Ujung Lima atau De Vijfhoek hingga meliputi daerah antara daerah Stradt (Jalan Raden Patah sekarang) sampai ke kawasan Tawang.

Sesuai namanya, kota Benteng pada waktu itu dikelilingi tembok dengan empat pintu masuk ke dalam kota, dengan lima menara pemantau di kelima ujungnya. Tiap-tiap menara diberi nama: Bunschoten, Zeeland, Raamsdonk, Amsterdam, dan Utrecht. IC/III/AND

 

Ingin tahu info-info tentang sejarah Indonesia, indonesia culture dan beragam budaya yang ada di negara ini. ayo kunjungi saja www.indonesiancultures.com disini kamu akan belajar banyak tentang budaya, adat yang pernah ataupun terjadi di Indonesia

Komentar Untuk indonesia culture, indonesian culture, budaya indonesia, adat indonesia