Categories: Situs

Zabag, Galangan Kapal Tertua Se Asia Tenggara

Sampel kayu menunjukkan kira-kira Kapal Zabag ini berada direntang abad ke-3 hingga 14 Masehi. Soal ukuran, lebarnya 5,5 meter, ada kemungkinan kapal bahkan kapal besar.

**************

Sudah 3 tahun belakangan ini arkeolog Dr Ali Akbar, memimpin jalannya ekskavasi di situs Kapal Zabag. Situs ini persisnya berada di Desa Lambur, Muara Sabak Timur, Tanjangjabung Timur, Provinsi Jambi. Di situs ini ditemukan kapal kuno yang terbilang masih utuh dibeberapa bagian.

Yang paling mengejutkan adalah munculnya dugaan, bahwa situs ini adalah galangan kapal tertua di Asia Tenggara. Bukti-bukti sementara yang berhasil diungkap adalah posisi kapal yang terparkir. Selain itu juga ditemukannya kayu bulat berada di bawah geladak.

Papan lambung kapal yang berhasil diselamatkan, Source: National Geografic Indonesia.

Menurut Ali Akbar, sejauh pengetahuannya, belum pernah ada di Indonesia lokasi galangan kapal kuno. Hanya di Sabak inilah penemuan berhasil mengungkap ada dan berkembanganya galangan kapal kuno. Diduga galangan kapal dan bukan pelabuhan.

Karena pada saat penggalian, posisi kapal ditemukan sedang terparkir. Beberapa bagian juga terpisah seperti gading kapal. Dugaan sementara situs Zabag adalah galangan tempat pembuatan atau perbaikan kapal.

Ali Akbar memperkirakan bangkai kapal-kapal tua yang ditemukan di Malaysia, Filipina, Rembang, Cirebon dan Palembang, adalah produksi Sabak. Saat ini ekskavasi sudah mencapa 50 persen, sebagian bentuk fisik kapal juga sudah mulai terlihat jelas. Papan-papan pembuat lambung kapal, tali ijuk, pasak kayu, gading, dan peralatan maupun gerabah tanah ditemukan di lokasi situs.

Situs Zabag mengungkap masa lalu kemajuan maritim Nusantara, Source: mc

Papan-papan dinding lambung kapal itu disambung dengan teknik pasak kayu dan diikat dengan ijuk berwarna hitam. “Penggunaan teknik pasak kayu dengan tali ijuk untuk memasang dan menggabungkan papan adalah teknik khas Asia Tenggara. Masyarakat Nusantara maupun Asia Tenggara telah mengenal dan membuat kapal dengan teknik ini sejak di abad ke-3,” jelas Ali Akbar.

Untuk mengetahui kisaran umur situs ini, tim Ali Akbar telah membawa sampel kayu kapal untuk dites di Batan (Badan Tenaga Nuklir Nasional). Nantinya akan dilakukan uji carbon atau carbon dating untuk mengetahui umur pastinya.

“Belum diketahui dengan pasti. Tapi sampel kayu menunjukkan kira-kira Kapal Zabag ini berada direntang abad ke-3 hingga 14 Masehi. Soal ukuran, lebarnya 5,5 meter, ada kemungkinan kapal bahkan kapal besar. IC/And.

 

Ingin tahu info-info tentang sejarah Indonesia, indonesia culture dan beragam budaya yang ada di negara ini. ayo kunjungi saja www.indonesiancultures.com disini kamu akan belajar banyak tentang budaya, adat yang pernah ataupun terjadi di Indonesia

Share